Nyamar Jadi Penarik Betor, BNNP Sumut Tangkap Pengedar 126 Kg Ganja
beritasumut.com Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) terpaksa menyamar jadi penarik betor untuk dapat me
Peristiwa
Beritasumut.com-Pemerintah menilai bahwasanya praktik transfusi darah yang dilakukan oleh rumah sakit (RS) swasta selain dilarang juga dianggap berbahaya. Namun begitu, RS swasta ternyata mengaku memiliki izin untuk melakukannya.
Seperti halnya di RS Sari Mutiara, salah satu RS swasta yang melakukan praktik transfusi darah. Manager RS Sari Mutiara, Tuahman mengakui pihaknya memiliki izin, sehingga melakukan praktik transfusi darah itu di rumah sakitnya."Kita melakukannya sudah sejak 10 tahun yang lalu. Mungkin izin ini sama-sama perlu kita perhatikan. Kami melakukan unit transfusi darah ini karena ada izinnya sebelum tahun 2014," ujarnya, Senin (01/08/2016).
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 83/2014, Tuahman mengakui bahwa Unit Transfusi Darah (UTD) itu hanya memang dapat diselenggarakan oleh pemerintah daerah (pemda) ataupun PMI. Namun menurutnya, jika izin yang ada sebelum tahun 2014, tentu itu ada peralihan aturannya.
Baca Juga:
"Transfusi darah yang dilakukan, misalnya ketika nanti suatu saat ada keluarga kita butuh darah, itu bagaimana? Kan kita disini membantunya. Namun mungkin jika ada aturan yang baru, mari kita benahi bersama-sama," jelasnya.
Tuahman juga menegaskan, jika kondisi darah hasil transfusi dirumah sakitnya steril. Karena, pihaknya melakukan screning terlebih dahulu, untuk memastikan kualitas dari kantung darah."Mungkin kekurangan kami adalah kurangnya kordinasi dengan PMI. Untuk itu, mari kita duduk bersama, bagaimana bagusnya," katanya.
Baca Juga:
Tuahman menambahkan, di mana ada peraturan, pihaknya pasti akan mengikuti yang terbaik. Kedepan, ia mengatakan RS Sari Mutiara harus berkordinasi dengan Dinas Kesehatan serta PMI terkait transfusi darah ini."Artinya, UTD yang dimiliki Sari Mutiara ini adalah untuk membantu masyarakat," terangnya.
Sementara itu, Nariati salah seorang orang tua pasien penyakit thallasemia asal Perbaungan, mengaku rutin memperoleh kantung darah untuk anaknya Aminir Lubis di RS Sari Mutiara. Dengan memperoleh kantung darah dari RS tersebut, ia mengatakan sangat terbantu.
"Sejak tahun 2011, setiap bulan anak saya butuh 2 kantung darah. Dari sini kebutuhan darahnya terpenuhi," ujarnya.
Nariati juga mengatakan jika kantong darah di RS tersebut habis, baru dirinya mengambil darah dari PMI. "Itupun biaya pengambilan darahnya pakai uang dari RS ini dulu. Soalnya kita kan pakai BPJS," pungkasnya.(BS02)
beritasumut.com Petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut) terpaksa menyamar jadi penarik betor untuk dapat me
Peristiwa
beritasumut.com Seorang pria berinisial MF di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), ditangkap petugas kepolisian karena diduga mengedarkan
Peristiwa
beritasumut.com Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan perbaikan jalan yang longsor di Dusun Pamah Semelir
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karo, Sumater
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com Seorang pria berinisial W yang diduga kerap melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sopir truk ditangkap Unit Reskrim Pol
Peristiwa
beritasumut.com Personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Deli Serdang menangkap dua pria penjual sabu. Keduanya ditangkap di Desa
Peristiwa
beritasumut.com Personel Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap upaya penyelundupan narkoba modus dise
Peristiwa
beritasumut.com Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Jamin Ginting, tepatnya depan Gereja GBKP Sibolangit, Kecamatan Sibolangit Kabupaten D
Peristiwa
beritasumut.com Penghentian pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada seorang balita berusia empat tahun di Dusun II, Desa Denai Lama, Ke
Peristiwa