Kamis, 11 Juni 2026

RS Sari Mutiara Akui Kantongi Izin Praktik Transfusi Darah

Senin, 01 Agustus 2016 18:58 WIB
RS Sari Mutiara Akui Kantongi Izin Praktik Transfusi Darah
Beritasumut.com-Ilustrasi
Kantong darah
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Pemerintah menilai bahwasanya praktik transfusi darah yang dilakukan oleh rumah sakit (RS) swasta selain dilarang juga dianggap berbahaya. Namun begitu, RS swasta ternyata mengaku memiliki izin untuk melakukannya.

Seperti halnya di RS Sari Mutiara, salah satu RS swasta yang melakukan praktik transfusi darah. Manager RS Sari Mutiara, Tuahman mengakui pihaknya memiliki izin, sehingga melakukan praktik transfusi darah itu di rumah sakitnya."Kita melakukannya sudah sejak 10 tahun yang lalu. Mungkin izin ini sama-sama perlu kita perhatikan. Kami melakukan unit transfusi darah ini karena ada izinnya sebelum tahun 2014," ujarnya, Senin (01/08/2016).

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 83/2014, Tuahman mengakui bahwa Unit Transfusi Darah (UTD) itu hanya memang dapat diselenggarakan oleh pemerintah daerah (pemda) ataupun PMI. Namun menurutnya, jika izin yang ada sebelum tahun 2014, tentu itu ada peralihan aturannya.

Baca Juga:

"Transfusi darah yang dilakukan, misalnya ketika nanti suatu saat ada keluarga kita butuh darah, itu bagaimana? Kan kita disini membantunya. Namun mungkin jika ada aturan yang baru, mari kita benahi bersama-sama," jelasnya.

Tuahman juga menegaskan, jika kondisi darah hasil transfusi dirumah sakitnya steril. Karena, pihaknya melakukan screning terlebih dahulu, untuk memastikan kualitas dari kantung darah."Mungkin kekurangan kami adalah kurangnya kordinasi dengan PMI. Untuk itu, mari kita duduk bersama, bagaimana bagusnya," katanya.

Baca Juga:

Tuahman menambahkan, di mana ada peraturan, pihaknya pasti akan mengikuti yang terbaik. Kedepan, ia mengatakan RS Sari Mutiara harus berkordinasi dengan Dinas Kesehatan serta PMI terkait transfusi darah ini."Artinya, UTD yang dimiliki Sari Mutiara ini adalah untuk membantu masyarakat," terangnya.

Sementara itu, Nariati salah seorang orang tua pasien penyakit thallasemia asal Perbaungan, mengaku rutin memperoleh kantung darah untuk anaknya Aminir Lubis di RS Sari Mutiara. Dengan memperoleh kantung darah dari RS tersebut, ia mengatakan sangat terbantu.
"Sejak tahun 2011, setiap bulan anak saya butuh 2 kantung darah. Dari sini kebutuhan darahnya terpenuhi," ujarnya.

Nariati juga mengatakan jika kantong darah di RS tersebut habis, baru dirinya mengambil darah dari PMI. "Itupun biaya pengambilan darahnya pakai uang dari RS ini dulu. Soalnya kita kan pakai BPJS," pungkasnya.(BS02)

Tags
beritaTerkait
Gandeng Aparat Penegak Hukum, Pemprov Sumut Perkuat Pengawasan dan Penertiban Tambang Ilegal
Di Konferensi Perburuhan Internasional, Menaker Yassierli Paparkan Program Presiden Prabowo untuk Siapkan Tenaga Kerja Masa Depan
Diduga Jadi Markas Judi dan Penyalahgunaan Narkoba, Warga Desak Aparat Tindak Lokasi di Jalan Fachrudin Lubukpakam
Judi Tembak Ikan AB Eksis di Wilkum Polsek Hamparan Perak
Warga Desak Tindakan Tegas untuk Krypton KTV, Aparat Hukum Siapkan Pengawasan Ketat
Menaker: Tata Kelola yang Kuat Hadirkan Layanan Ketenagakerjaan yang Lebih Baik
komentar
beritaTerbaru
hit tracker