Senin, 04 Mei 2026

Gebyar Pendidikan 2016 Kota Medan, Akhyar Jamin Beri Perlindungan ke Guru

Rabu, 01 Juni 2016 14:38 WIB
Gebyar Pendidikan 2016 Kota Medan, Akhyar Jamin Beri Perlindungan ke Guru
beritasumut.com/BS01
Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution menyalami siswa usai pembukaan Gebyar Pendidikan Kota Medan 2016.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Pemerintah Kota (Pemko) Medan menjamin memberikan perlindungan kepada guru-guru dalam hal perlindungan hukum.

Hal itu dikatakan Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution usai membuka Gebyar Pendidikan 2016 Kota Medan yang dilaksanakan pada 1-4 Juni di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (01/06/2016). "Dalam porsi-porsi tertentu kita akan memberikan perlindungan hukum ke guru. Maunya bagi orangtua siswa, kalau sudah diserahkan ke guru yah, ikhlaslah didik oleh guru. Janganlah dicubit sikit langsung lapor polisi," katanya.

Akhyar yakin kalau niat guru dalam mendidik siswanya pun tak ingin menciderai anak didiknya. Untuk itu, ia meminta kepada orangtua menyerahkan anaknya dengan ikhlas agar didik oleh guru di sekolah. Dalam gebyar tersebut Akhyar mengatakan pendidikan bukan hanya sebagai kegiatan program saja tetapi sebuah gerakan dan budaya yang dibangun oleh satu ekosistem.

Ekosistem yang dimaksud, katanya, adalah sekolah, murid, guru, kepala sekolah, tenaga pendidikan, dan masyarakat baik itu keluarga, LSM, pengusaha serta lembaga lainnya, Kompenen tersebut merupakan pelaku-pelaku pendidikan dan kebudayaan yang seharusnya saling bersinergi serta saling memberikan peran guna akselerasi pembangunan dan peningkatan mutu pendidikan.

Hadir dalam acara itu mewakili Dandim 0201/BS Danramil Medan Kota Mayor Kav Setia Budi, Mewakili Polresta Medan Kanit Intel Polsek Medan Barat AKP Uli Lubis, Ketua Komisi B DPRD Medan Suryanto, pemerhati pendidikan, para kepala sekolah dan para pendidik serta tenaga pendidikan.

Melalui gebyar pendidikan Ahkyar mengajak semua para pelaku pendidikan dan kebudayaan untuk mengambil peran dalam membangun dan meningkatkan mutu pendidikan dengan berlandaskan pada semangat gotong royong dan saling bahu membahu.

"Mari kita menjadi bagian dari ekosistem pendidikan dan kebudayaan itu sendiri, bergerak bersama dan saling bersinergi demi terciptanya generasi bangsa yang cerdas, berkarakter serta berbudaya sebagai mana cita-cita bangsa ini,“ ujarnya.

Ahkyar yakin dengan gerakan dan semangat gotong-royong dapat mewujudkan cita-cita tersebut, sehingga nantinya Kota Medan dapat menjadi kota pendidikan, kota layak bagi anak atau generasi muda serta menjadi pusat pendidikan secara regional.

"Saya memberikan apresiasi kepada para pelaku pendidikan dan kebudayaan yang telah berperan serta bekerja keras demi pembangunan pendidikan, kerja keras ini tidaklah sia-sia karena kita sedang membangun para genberasi yang akan melanjurtkan roda pembangunan bangsa dan kota ini," jelas Ahkyar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Drs Mara Sutan Siregar mengatan gebyar pendidikan merupakan salah satu upaya dalam pencitraan pendidikan, melalui kegiatan ini dapat mempromosikan pendidikan sehingga masyarakat dapat memperoleh gambaran umum tentang pendidikan khususunya di Kota Medan, dan gebyar pendidikan juga merupakan ajang kreatifitas siswa dari mulai tingkat TK,SD,SMP, SMA dan SMK serta mitra pendidikan lainnya yang dapat memberikan ilustrasi pendidkan kepada masyarakat tentang perkembangan pendidikan.

Gebyar pendidikan ini berlangsung dari 1 sampai 4 Juni 2016 di Lapangan Merdeka Medan terdiri dari 48 stand dengan kegiatan kirab Paskibra tingkat SMA/SMK, Festival Eskul tingkat SMA/SMK, Festival Tari Kreasi Daerah, tingkat SD, Pentas Seni siswa tingkat TK, Lomba Desain dan Presentasi Power Poin tingkat SMP dan Lomba Tari Komando tingkat SMP. Gebyar ini bertujuan memberikan informasi lengkap tentang lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Kota Medan, juga sebagai wadah penyaluran minat, bakat dan kreativitas siswa.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Walikota Medan: Pendidikan Penentu Kesejahteraan Masyarakat
komentar
beritaTerbaru
hit tracker