Selasa, 05 Mei 2026

Warga Nekat Masuk Zona Merah Karena Terpaksa

Senin, 23 Mei 2016 18:26 WIB
Warga Nekat Masuk Zona Merah Karena Terpaksa
Beritasumut.com/Ist
Gunung Sinabung
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Karo sudah ditetapkan pemerintah sebagai zona merah Gunung Sinabung. Di area ini warga tidak diperbolehkan untuk melakukan aktifitas. Namun karena terpaksa, warga masuk ke zona merah tersebut. Hingga kemudian
terjadilah luncuran awan panas secara tiba-tiba yang menelan korban 7 orang tewas dan 2 kritis.

Siti Beru Ginting (70), salah seorang warga saat ditemui di RSUP H Adam Malik mengakui hal tersebut."Memang kami rutin masuk kembali ke Desa setiap harinya. Tapi itu juga karena terpaksa," ungkapnya kepada wartawan, Senin (23/5).

Siti yang merupakan istri Cahaya Sembiring Meliala (75) salah satu korban luka saat peristiwa itu terjadi menjelaskan, jika mereka memang terpaksa kembali mengolah kebun kopinya. Sebab, bantuan yang disediakan pemerintah dinilainya tidak mencukupi.

Baca Juga:

"Yang diberikan kan hanya makan, itupun masih kurang. Sementara kebutuhan lain, seperti biaya sekolah dan lainnya harus dipenuhi. Jadi mau nggak mau kebun harus dimanfaati lagi, walau ada di zona merah," jelasnya. Hal tersebut, sambung Siti memang umum dilakukan oleh warga di desanya tersebut. Selain juga menjaga rumah mereka yang harus ditinggalkan karena bencana erupsi Sinabung. "Kalau siang kami memang kembali. Tapi malamnya kami kembali mengungsi di tempat keluarga," tambahnya.

Saat peristiwa awan panas itu, Siti mengaku sedang berada di desanya itu bersama suami dan kerabatnya yang lain yang menjadi korban. Sebelum awan panas menerpa, pemberitahuan memang sudah diberikan, sehingga dia lari menyelamatkan diri, dengan menggunakan mobil evakuasi. Namun naas bagi suaminya, yang ikut menjadi salah satu korban terkena awan panas. Meski tidak meninggal, tetapi mengalami luka bakar yang serius di sekujur tubuhnya."Saya sudah sempat naik. Tetapi suami saya memanggil warga lainnya dulu untuk evakuasi, sehingga dia juga jadi korban," keluhnya.

Baca Juga:

Sementara itu, Rusni Beru Sitepu salah satu keluarga Cahaya Beru Tarigan (45) yang juga menjadi korban mengatakan bahwasanya pihaknya sudah meminta korban untuk pindah dari Desa tersebut. Tetapi korban tidak mau dan lebih memilih bertahan karena alasan ekonomi. "Sehingga dia tetap bertahan di sana. Mereka kembali karena dana bantuan dari pemerintah tidak ada lagi. Terakhir mereka terima 6
bulan terakhir," tandasnya.(BS02)

Tags
beritaTerkait
Pemko Gunungsitoli dan Bank Sumut Perkuat Sinergi Pengelolaan Keuangan Daerah
Terserang Hipotermia, Pendaki Gunung Sibayak Dievakuasi
Meiman Kristian Harefa Dilantik Jadi Penjabat Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli
DPRD Gunung Sitoli Gelar Paripurna Pengumuman Akhir Masa Jabatan Walikota dan Pengumuman Penetapan Walikota dan Wakil Walikota
Walikota Gunungsitoli Tinjau Launching Pemberian Makanan Bergizi Gratis
TP PKK Gunungsitoli Gelar Perayaan Natal 2024
komentar
beritaTerbaru
hit tracker