Minggu, 03 Mei 2026

DPRD Medan Minta Pertamina Perhatikan Warga Sekitar

Selasa, 09 Februari 2016 23:50 WIB
DPRD Medan Minta Pertamina Perhatikan Warga Sekitar
Istimewa
Komisi D DPRD Kota Medan melakuka peninjauan lapangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Komisi D DPRD Kota Medan meminta Pertamina Bahan Bakar Minyak (BBM) Medan Grup memperhatikan warga sekitar yang terdampak karena pembangunan pagar dan tangki penyimpanan BBM.

Permintaan ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu dalam rapat dengar pendapat dengan Stasiun Pertamina BBM Medan Grup dan warga di Kelurahan Pekan Labuhan Lingkungan 21, yang digelar di Ruang Rapat Stasiun Pertamina BBM Grup, Jalan Yos Sudarso Km 20, Medan, Selasa (9/2/2016) sore.

"Kita sangat mengharapkan Pertamina benar benar memperhatikan warganya dan menyalurkan dana CSR sesuai dan tepat sasaran," jelas Sabar dalam rapat yang dihadiri langsung Manajer Komunikasi dan Edukasi Pertamina Regional Sumatera Bagian Utara Fitria Erika.

Sabar mengatakan, selama ini, warga yang persis berada di samping pagar Pertamina tidak pernah mendapat perhatian Pertamina.

"Selama ini mereka tidak diperhatikan, soal bangunan pagar yang sudah mengakibatkan banjir dan polusi bau yang ditimbulkan dari kegiatan bongkar muat BBM di tangki Pertaminan yang menyebabkan warga sesak dan muntah-muntah," jelasnya.

"Ini yang selama ini terjadi, sudah empat tahun lebih warga kerap mengalami kebanjiran dan polusi kadar udara. Kepada Pertamina saya sangat mengharapkan kalau tidak bisa memakmurkan msyarakat jangan menyusahkan masyarakat," jelasnya seraya mengatakan Pertamina agar lebih peduli dengan warga sekitar.

Anggota DPRD Medan lainnya Daniel Pinem menilai dalam permasalahan masyarakat dan Pertamina ada yang tidak transparan sehingga masyarakat mengadukan keluhan mereka ke DPRD.

"Saya sendiri melihat ada yang tidak transparan, dengan pembangunan tangki BBM mikik Pertamina sehingga masyarakat merasa dirugikan," jelasnya.

Sementara itu, Zul Syahdan salah seorang perwakilan warga masyarakat mengaku dengan pembangunan pagar dan tangki penyimpanan BBM warga dibuat menderita.

"Akibat kondisi ini, warga dibuat menderita dengan bau yang ditimbulkan ditambah lagi dengan kondisi drainase yang mengakibatkan banjir akibat pembangunan pagar Pertamina," jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Lurah Pekan Labuhan Khairul Husein mengakui permasalahan ini sudah pernah dikomunikasikan dengan PT Pertamina secara lisan namun sampai sekarang tidak pernah terlaksana.

"Soal pembangunan parit itu pernah diusulkan melalui PNPM namun ditolak karena posisi parit itu seharusnya menjadi tanggung jawab Pertamina karena menjadi kawasan yang terdekat dengan mereka," jelasnya.

Pihak Pertamina sendiri melalui Manajer Humas Pertamina Region Sumatera Bagian Utara Fitria Erika mengaku akan menyampaikan permasalahan ini sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

"Untuk CSR memang ada programnya diantaranya untuk lingkungan dan kita programkan di 2016 ini," jelasnya seraya mengatakan Pertamina memohon maaf dengan adanya persoalan tersebut sehingga menyebabkan warga terganggu. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan
Demo di Tengah Jalan, Kanit Reskrim Polsek Percut Seituan Redam Emosi Pedagang Aksara
Lapak Terbakar, Pedagang Aksara Jualan di Pinggir Jalan
Tiga Instansi Pemko Tak Hadir, Rapat Pansus Kepling Dibatalkan
Anggota Komisi C DPRD Medan Setuju Pembentukan Pansus Aksara
komentar
beritaTerbaru
hit tracker