Senin, 04 Mei 2026

Pekan Seni Budaya Daerah Asahan Kembali Digelar

Rabu, 21 Oktober 2015 22:22 WIB
Pekan Seni Budaya Daerah Asahan Kembali Digelar
Istimewa
Rombongan Plt Gubernur Sumut dan istri Evi Diana berfoto bersama saat mengunjungi stand etnis Tionghoa dalam PSBD Asahan ke 2 di Lapangan Sidodadi, Kisaran, Senin (19/10/2015).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi mengapresiasi atas terselenggaranya Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD) Kabupaten Asahan. PSBD dinilai efektif menjadi perekat sekaligus pemersatu bangsa.
 
Hal tersebut disampaikan Tengku Erry saat membuka secara resmi PSBD Asahan II di Lapangan Sidodadi, Kisaran, Senin (19/10/2015).
 
Hadir dalam acara tersebut Penjabat (Pj) Bupati Asahan Fitriyus, Pj Bupati Pakpak Bharat Bonar Sirait, Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Sumut Jumsadi Damanik, Kadis Koperasi dan UKM Sumut M Zein, Tokoh Masyarakat Asahan Taufan Gama Simatupang dan pemuka adat dan tokoh agama serta undangan lainnya.
 
Dalam kesempatan itu, Tengku Erry mengatakan, PSBD layak digelar di seluruh kabupaten/kota di Sumut sebagai agenda tahunan. Dengan demikian, kerukunan antar etnis dan suku semakin erat demi terciptanya kondusifitas masyarakat.
 
"Pekan Seni dan Budaya Daerah merupakan salah satu langkah memperkuat persatuan dalam kebinekaan untuk membangun Sumut lebih baik yakni Sumut Paten," ujar Tengku Erry.
 
Secara gamblang, Tengku Erry menyatakan, sebagai Negeri Berbilang Kaum, Sumut terdiri atas beberapa suku dan etnis yang terbagi dalam tiga kelompok besar yakni etnis lokal, etnis nusantara dan etnis mancanegara. 

Etnis lokal yaitu Batak Toba, Batak Pakpak, Batak Mandailing, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Angkola, Nias, dan etnis Melayu. Sedangkan etnis nusantara terdiri atas etnis Jawa, Aceh, Sunda, Bugis, Banjar dan lain sebagainya. Etnis mancanegara diantaranya etnis Tionghoa, India, dan Pakistan.
 
"Semua etnis melebur menjadi satu kesatuan yang harmonis dalam membangun Sumatera Utara. Ini kekayaan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Sumut adalah miniaturnya Indonesia. Jika ingin tahu seperti apa suku bangsa di Indonesia, cukup datang ke Sumut. Kita wajib menjaganya dengan baik dalam bingkai kebinekaan dan NKRI," harap Tengku Erry.
 
Tengku Erry juga mengatakan, PSBD merupakan bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan terhadap keberadaan etnis dan suku yang berbaur harmonis didaerahnya. Persatuan dan kesatuan harus dilestarikan dan menjadi landasan berbangsa demi mencapai cita-cita nasional dan kehidupan yang sejahtera dalam negara.
 
Khusus kepada etnis Tionghoa, Tengku Erry juga menyatakan apresiasinya karena terlibat aktif dalam pameran PSBD Asahan dengan membuat stand dan memamerkan berbagai bentuk budayanya.
 
"Mari kita hapus diskriminasi terhadap etnis mancanegara. Keberadaan etnis Tionghoa berperan bersar dalam menggerakkan roda perekonomian di Sumut. Ini layak mendapat apresiasi. Begitu juga dengan etnis mancanegara lainnya yang telah berbaur dengan masyarakat lokal," ujar Tengku Erry.

Lebih lanjut Tengku Erry menyatakan, budaya merupakan warisan leluhur yang harus dijaga dan dilestarikan dengan baik. Budaya telah membuktikan sebagai perekat kesatuan dan persatuan di Indonesia. Kemajuan suatu daerah tidak terlepas dari kemajuan berbagai etnis budaya, seni, adat dan istiadatnya.
 
Tidak lupa Tengku Erry berpesan kepada seluruh masyarakat Asahan untuk menyukseskan pilkada serentak yang akan berlangsung di 23 kabupaten/kota di Sumut pada 9 Desember 2015 mendatang.
 
"Mari kita jaga kondusifitas keamanan di Asahan agar pelaksanaan pilkada serentak berjalan lancar dan sukses. Peran masyarakat sangat besar dalam memilih pemimpin lima tahun ke depan," ajak Tengku Erry.
 
Sementara Pj Bupati Asahan Fitryus mengatakan, masyarakat Asahan terdiri atas 14 suku yakni Toba, Mandailing, Karo, Pakpak, Nias, Aceh, Simalungun, Melayu, Jawa, Banjar, Tionghoa, Minang, India dan Sunda. Suku tersebut merupakan aset daerah yang keberadaanya harus tetap lestari.
 
"Suku dan etnis ini berperan besar dalam menciptakan masyarakat yang memiliki jati diri, berperadaban berdasarkan Pancasila dan UUD," sebut Fitryus.
 
Dalam kesempatan itu, Fitriyus juga menyatakan apresiasi kepada Forum Komunikasi Lembaga Adat (Forkala) Asahan yang telah bekerja sama dalam pelaksanaan PSBD Asahan ke 2.
 
"Dalam kegiatan ini semua pihak saling dukung. Ini sebagai cerminan dari keharmonisan dan kerja sama yang baik antar sesama etnis di daerah ini yang selalu hidup rukun," ujar Fitryus.
 
Sebelum PSBD Asahan secara resmi dibuka, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi didampingi Pj Bupati Asahan Fitriyus menyaksikan parade etnis dan mobil hias. Sebelum meninggalkan lokasi PSBD Asahan, rombongan Tengku Erry Nuradi dan Pj Bupati Asahan Fitriyus meninjau stand rumah adat masing-masing etnis dan suku. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker