Selasa, 28 April 2026

Hari Ulos Untuk Pertama Kalinya Diperingati di Medan

Senin, 12 Oktober 2015 18:51 WIB
Hari Ulos Untuk Pertama Kalinya Diperingati di Medan
Istimewa
Enni Martalena Pasaribu.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Hari Ulos untuk pertama kalinya akan diperingati di Medan pada Sabtu (17/10/2015) mendatang. Hal itu mengingat pada 17 Oktober 2014 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud melalui Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Wiendu Nuryati telah menerbitkan dan menyerahkan sertifikat yang menetapkan ulos sebagai warisan budaya takbenda nasional. Sertifikat ulos dan enam warisan budaya lainnya dari Sumut diterima Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi di Gedung Sanken, Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Menurut sebagian besar kalangan pencinta ulos menyambut baik penetapan ulos sebagai warisan budaya takbenda nasional. Bahkan, di Medan terbentuk panitia Panitia Deklarasi Peringatan Hari Ulos, yang diketuai Enni Martalena Pasaribu, dan Sekretaris Royana Marpaung. Kegiatan yang akan diisi dengan orasi kebudayaan oleh Manguji Nababan dan sejumlah kegiatan budaya itu diselenggarakan di Jalan Sei Galang No 10-12, Medan Sabtu (17/10/2015).

Seperti disampaikan Enni, kesempatan ini menjadi momentum yang sangat baik untuk melestarikan ulos sebagai salah satu warisan budaya yang berharga. Dia menceritakan, ulos itu sendiri pada masa lalu bukanlah hanya sebagai kebutuhan aksesori di acara tertentu, melainkan seluruh aspek kehidupan masyarakat batak tidak terlepas dari ulos. 

"Bisa dikatakan ulos adalah ciri khas batak, bahkan pakaian ompung kita masa lalu dari ulos," kata Enni, di Medan, Senin (12/10/2015).

Kemudian dikatakannya, acara yang digelar bukan hanya deklarasi, namun ke depan akan ada seminar tentang ulos, dan kegiatan lainnya. Dengan demikian diharapkan bagaimana warisan budaya ulos akan tetap dilestarikan. Zaman bisa saja berubah, namun kebudayaan sebagai identitas suatu suku bangsa harus tetap dipertahankan. 

"Kita sangat berharap Pemerintah Provinsi Sumut dan Kabupaten kota bisa menerapkan PNS dan anak sekolah untuk memakai kostum ulos dan motif ulos. Sekali seminggu misalnya," ujarnya.

Ke depan, lanjut Enni, lewat pelestarian ulos akan mampu mengangkat semangat pelaku ekonomi di bidang kerajinan ulos. 

"Jadi kita tidak sebatas kegiatan deklarasi, tapi bagaimana menggelorakan ulos sebagai sumber perekonomian bagi para penggiat seperti partonun misalnya," ujarnya. 

Untuk itulah, lanjutnya, para calon kepala daerah yang akan bertarung di pilkada harusnya berani membuat komitmen untuk melestarikan budaya lokal khususnya ulos.

Lebih rinci, pada acara deklarasi peringatan hari ulos akan diadakan pameran ulos dan produk-produk kreatif dari ulos dan motif ulos. Juga diharapkan akan dihadiri Plt Gubernur Sumut dan jajarannya, tokoh adat, tokoh marga dan lapisan masyarakat. 

Sebelumnya, penetapan ulos sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda dari Sumatera Utara bersamaan dengan enam jenis budaya lainnya yaitu tarian tradisi Serampang Duabelas, Huda-huda, Omo Hada, Bola Nafo, Berahoi, dan Merdang-Merdem. Kemendikbud juga memberikan sertifikat untuk Tortor, Gordang Sambilan dan Rumah Adat Karo pada Tahun 2013 lalu. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan
Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa
Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara
PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern
komentar
beritaTerbaru
hit tracker