Selasa, 20 Januari 2026

Hindari Berdesakan, Menag Imbau Jamaah Haji Indonesia Melontar Jumrah Sesuai Jadwal

Jumat, 25 September 2015 10:35 WIB
Hindari Berdesakan, Menag Imbau Jamaah Haji Indonesia Melontar Jumrah Sesuai Jadwal
Setkab RI
Melontar jumrah.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Guna menghindari kemungkinan berdesak-desakan yang bisa menimbulkan insiden maut sebagaimana terjadi pada Kamis (24/9/201), jamaah haji Idonesia yang akan melempar jumrah di Mina, pada 10, 11, dan 12 Dzulhijjah untuk yang mengambil nafar awal, ditambah pada 13 Dzulhijjah bagi yang mengambil nafar tsani diimbau agar mengikuti jadwal yang ditetapkan petugas.

“Saya selaku Amirul Haj mengimbau jamaah menaati jadwal (melontar jumrah), yaitu pada pagi setelah Subuh atau sore mendekati Maghrib,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9) malam waktu setempat atau Jumat (25/9/2015) dini hari WIB.

Dilansir situs resmi Setkab RI, terpisah, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah Arsyad Hidayat menambahkan, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi sudah menyampaikan jadwal melontar jumrah kepada ketua kloter, ketua rombongan, dan ketua regu.

“Jamaah haji Indonesia sudah dilarang untuk melontar jumrah Aqabah pada pukul 8.00-11.00 Tanggal 10 Dzulhijjah. Sebab saat itu adalah waktu di mana jamaah ramai-ramai pergi ke Jamarat untuk melontar jumrah,” ujar Arsyad dalam siaran pers Kementerian Agama, Jumat (25/9/2015) pagi.

Untuk Tanggal 11 dan 12 Dhulhijjah (Jumat dan Sabtu), lanjut Arsyad, jamaah haji Indonesia diimbau untuk tidak melontar jumrah mulai Pukul 13.00-16.00, yakni pada sore hari selepas Ashar hingga menjelang Maghrib.

Arsyad menambahkan, PPIH Arab Saudi kini menempatkan petugas-petugas di simpul-simpul persimpangan jalan menuju jamarat. 

“Petugas akan memandu arah jalan jamaah agar tidak terbawa atau tersesat ke jalur yang bukan diperuntukkan bagi jamaah Indonesia,” terangnya.

Menag Lukman Hakim Saifuddin mengatakan,  korban insiden jamaah berdesak-desakan di Jalan Arab 204 terjadi di luar jadwal melontar jumrah jamaah haji tanah air. Insiden maut yang menewaskan ratusan jamaah itu juga berada di luar jalur yang seharusnya dilalui jamaah haji Indonesia ke lokasi melempar jumrah (jamarat).

Selain bertujuan untuk pengaturan arus, menurut Menag, waktu-waktu melempar jumrah yang disediakan juga sudah mempertimbangkan aspek suhu panas udara di Mina. Dengan demikian, jamaah terhindar dari desak-desakan dan ketidaknyamanan di jamarat.

Adanya insiden maut di jalur jamaah haji Mesir dan negara-negara Afrika lainnya, kata Menag, hendaknya memberikan pelajaran agar jamaah tidak tergesa-gesa menjalani salah satu ritual wajib haji tersebut. Apalagi, jalur 204 bukanlah jalur resmi jamaah haji Indonesia.

“Jadi mungkin saja mereka tersesat atau terbawa arus kuat ke satu titik, sehingga tidak tahu arah dan masuk ke jalur yang bukan semestinya,” ujar Menag.

Sementara itu terkait jumlah korban jemaah haji Indonesia dalam tragedi Mina, Menag mengkonfirmasi identitas dua jamaah Indonesia yang menjadi korban insiden di Jalan 204, Mina, Arab Saudi.

‎”Saya baru saja dari RS Mina Al Jisr. Benar pukul 7.30 WAS telah terjadi peristiwa jamaah berdesak-desakan sehingga menyebabkan korban jiwa cukup besar, jumlah ratusan,” kata Menag.

Berdasarkan informasi dari PPIH Arab Saudi, dua jamaah yang meninggal, yaitu Hamid Atwi Tarji Rofia (51) dan Busyaiyah Sahel Abdul Gafar (50).

Hamid berjenis kelamin laki-laki dan berasal Kelompok terbang (Kloter) Surabaya (SUB) 48 yang tinggal di tenda Maktab 2. Sedangkan Busyaiyah ‎yang berasal dari Kloter Batam (BTH) 14 yang tinggal di Maktab 1. Kedua maktab ini terletak di Mina Jadid.

Menag menambahkan ‎ada satu korban yang juga wafat, namun identitasnya masih ditelusuri. Jamaah korban wafat itu tidak menggunakan identitas.  

“Tidak ada identitas, tapi menggunakan pakaian jamaah haji indonesia,” pungkas Menag. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Meriah! Penutupan Gemi KKD ke-9 di MAS Proyek Univa Medan, Ratusan Pelajar Unjuk Bakat dan Kreativitas Dakwah
Pemko Gunungsitoli Gelar Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti Ke-79 Kementerian Agama RI Tahun 2025
Menteri Agama Berangkatkan Kloter Pertama Jemaah Haji 1445 H
Walikota Medan Jadi Pembina Apel Hari Amal Bakti ke-78 Kemenag RI
 Kemenag Terbitkan Pedoman Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Idulfitri 1443 H
Calon Jemaah Haji Indonesia Capai 5,2 Juta Orang, SJH Jadi Program Pembinaan Selama Menunggu Keberangkatan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker