Senin, 27 April 2026

Ada Rumah Bentuk Sepatu di Medan

Jumat, 18 September 2015 23:52 WIB
Ada Rumah Bentuk Sepatu di Medan
Istimewa
Rumah bentuk sepatu.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Muhammad Jusuf Sokartara (71) selalu mengejar keinginannya, termasuk untuk membangun rumah unik berbentuk sepatu.

Rumah itu kini berdiri tegak di tengah lahan di Jalan SMA 2, Kelurahan Karang Sari, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan. Rumah bercat dominan putih berlantai tiga itu tampak menonjol karena berada di tanah yang cukup lapang di tepi jalan.

Bangunan dengan panjang sekitar 9 meter itu memang mengambil bentuk sepatu lars lengkap dengan rangkaian besi yang diibaratkan sebagai tali sepatu. Di tiap lantai diberi jendela, bahkan di lantai III ada balkon kecil dengan teralis pengaman.

Rumah itu diberi nomor 13. Itu angka kesukaan Jusuf. Dia menikah tanggal 13, dan banyak peristiwa dalam hidupnya berhubungan dengan angka itu. Membangun rumah berbentuk sepatu setinggi 13 meter itu pun dimulai pada tanggal 13.

"Banyak yang bilang aku gila membangun rumah ini. Tapi aku tidak peduli. Banyam tokoh yang awalnya dinilai gila, tapi mereka berhasil," kata Jusuf saat  ditemui di kediamannya, Jumat (18/9/2015).

Jusuf sudah membangun rumah ini selama 6 bulan, namun tidak terus-menerus. Terkadang dia kehabisan dana sehingga harus kembali ke Belanda untuk mengumpulkan uang. "Aku jadi turis guide di sana, uangnya halal," ucapnya.

Jusuf memang sejak lama tinggal di Kota Hoofddorf, Belanda. "Sebelum pensiun, aku 32 tahun bekerja sebagai kuli kargo maskapai KLM di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda," ucapnya.

Rumah berbentuk sepatu ini merupakan salah satu impian Jusuf. Dia mengidamkannya sejak muda, setelah melihat gambar rumah sepatu di India dalam satu majalah.

"Sepatu itu filosofinya melindungi. Makanya setelah melihat di majalah aku berniat untuk membangunnya suatu saat," sebut Jusuf.

Tak puas hanya melihat di majalah, Jusuf muda juga berkeinginan melihat langsung rumah itu di India. Keinginan itu menjadi nyata saat dia mengelilingi dunia dengan sepeda.

"Setelah tak jadi pembalap sepeda Sumut, aku berkeliling dunia dengan sepeda. Aku melihat langsung rumah itu kalau tak salah di Mumbai," ucapnya.

Keinginan keliling dunia dan membangun rumah sepatu itu diwujudkan Jusuf berdasarkan filosofi.

"Kita bukan James Bond yang hidup berkali-kali. Kita cuma hidup sekali, maka nikmatilah. Tapi usahalah, kalau tak usaha mana mungkin berhasil," ujar laki-laki yang tampak senang berbicara ini.

Usaha Jusuf pun berbuah. Setelah menabung selama bertahun-tahun bekerja di Belanda, dia mulai membangun rumah impiannya.

"Sudah habis sekitar Rp600 juta, ini masih banyak kekurangan. Mana ada yang sempurna," ucap laki-laki kelahiran Berastagi 14 Maret 1944 ini.

Membangun rumah berbentuk sepatu itu tidak mudah. Tukangnya kesulitan membuat mal yang bentuknya melengkung.

"Sulitnya ya membuat malnya. Banyak bagian yang melengkung. Untungnya saya pernah membangun kubah masjid yang dicor," ucap Haryono, tukang yang dipercaya Jusuf.

Rumah berbentuk sepatu ini membuktikan kegigihan Jusuf. Setelah rumah itu rampung dia masih punya impian lain, yaitu menghijaukan lokasi itu dan membangun rumah berbentuk pesawat. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan
Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa
Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara
PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern
komentar
beritaTerbaru
hit tracker