Selasa, 21 April 2026

Pertemuan Plt Gubernur Sumut Dengan Kepala Daerah Sekepulauan Nias Tertunda Akibat Kabut Asap

Sabtu, 05 September 2015 00:14 WIB
Pertemuan Plt Gubernur Sumut Dengan Kepala Daerah Sekepulauan Nias Tertunda Akibat Kabut Asap
Istimewa
Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi berfoto ala selfie dengan wartawan saat bersilaturahmi ke Warkop Jurnalis, Jalan Agus Salim, Medan, Jumat (4/9/2015).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi meminta aparat penegak hukum segera bertindak cepat untuk mengusut penyebab kebakaran hutan di Sumut dan menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan.
 
Penegasan ini disampaikan Tengku Erry saat bersilaturahmi dengan wartawan di Warkop Jurnalis, Jalan Agus Salim, Medan, Jumat (4/9/2015).
 
Hadir dalam silaturahmi tersebut Ketua PWI Sumut M Syahrir, puluhan jurnalis media cetak, online, radio, televisi dan fotografer.
 
Berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), penyebab kabut asap menyelimuti wilayah Sumut, termasuk Kota Medan dan sekitarnya akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera.
 
“Kebakaran paling parah terjadi di Riau. Sedangkan di wilayah Sumut terpantau hanya empat titik yaitu di Kabupaten Karo, Mandiling Natal, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan. Tetapi skala kebakaran terpantau kecil dibandingkan wilayah Riau,” ujar Erry.
 
Kendati demikian, kabut asap kiriman dari Riau dan sejumlah daerah disekitarnya mengakibatkan jadwal penerbangan di Bandara Kualanamumenjadi terganggu. Bahkan sejumlah maskapai penerbangan terpaksa menunda penerbangan mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
 
“Hari ini, sedianya saya terjadwal bertemu dengan para Bupati dan Wali Kota sekepulauan Nias. Tetapi karena kabut asap, penerbangan dari Nias ke Kualanamu dibatalkan. Akibatnya, agenda pertemuan tertunda,” jelas Tengku Erry.
 
Tidak lupa Tengku Erry meminta aparat penegak hukum untuk mengusut penyebab kebakaran hutan di wilayah Sumut karena telah menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.
 
“Jika ada yang terindikasi melakukan pembakaran hutan secara sengaja, tindak sesuai hukum yang berlaku,” harap Tengku Erry.
 
Tidak hanya mengakibatkan batalnya sejumlah penerbangan, kabut asap juga mengancam kesehatan warga. Sejak dalam 3 hari terakhir, warga Kota Medan dan pengendara sepedamotor telah menggunakan masker dalam beraktifitas di luar rumah.
 
“Jika tidak penting, sebaiknya kurangi beraktifitas diluar rumah. Jika tetap harus beraktifitas, sebaiknya menggunakan masker. Lebih baik mencegah dari pada mengobati,” saran Tengku Erry. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Cari Modal Menikah, Syukri Nekat jadi Kurir Sabu
Selama Lebaran, 32.000 Penumpang Gunakan Jasa Pesawat dari Bandara Kuala Namu
Usai Tinjau Posko, Menhub Diperiksa Petugas Avsec Bandara Kuala Namu
Menhub Tinjau Bandara Kuala Namu
Hujan di Deli Serdang Berpeluang Ganggu Penerbangan di Bandara Kuala Namu
Bawa Dua Linting Ganja, Penumpang Lion Air Diamankan di Bandara Kuala Namu
komentar
beritaTerbaru
hit tracker