Sabtu, 01 Agustus 2026

Taput KLB Munmen

Kamis, 30 Juli 2015 15:18 WIB
Taput KLB Munmen
Google
Ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) penyakit muntah dan mencret (Munmen). Pasien munmen yang masuk rumah sakit terus bertambah.
 
Informasi dihimpun, Kamis (30/7/2015), pasca 134 warga terkena penyakit munmen di tiga kecamatan yakni Pahae Jae, Pahae Julu, dan Purba Tua, Pemkab Taput menentapkan status KLB. Penetapan itu sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu.
 
Menurut Dinas Kesehatan, apabila semakin banyak warga yang diserang munmen, status KLB akan diperpanjang. Dari total keseluruhan korban, satu warga meningggal dunia akibat dehidrasi berat.
 
"Untuk status KLB belum kita cabut. Hingga hari ini, mulai menurun, dan hanya rawat jalan saja. Pencegahan yang dilakukan hanya penyuluhan yang dilakukan dalam waktu dekat," ujar Plt Kadis Kesehatan Taput dr Jandri A Nababan.
 
Sementara itu di Puskesmas Janji Angkola, Kelurahan Sarulla, Kecamatan Pahae Jae, terjadi penambahan pasien yang menderita munmen dari sebelumnya 70 orang menjadi 73 orang. Tiga warga tersebut terdiri atas dua orang dewasa dan satu anak-anak.
 
Ketiganya kini mendapatkan perawatan intensif. Menurut tim medis, gejala yang dialami pasien berupa mencret dan dehidrasi.
 
"Penambahan tiga orang, dua yang dirawat satu diobservasi, dua dewasa dan satu anak anak, keluhannya mencret. Pencegahannya melakukan penyuluhan ke sekolah dan masyarakat, agar mereka tidak jajan sembarangan dan ingkungan rumahnya dibersihkan," ujar Dokter Puskesmas dr Gress Pasaribu.

Sedangkan di Puskesmas Sarulla, terjadi penambahan lima pasien munmen. Pemerintah sendiri melalui puskesmas sudah melakukan peyuluhan kepada masyarakat agar berperilaku hidup bersih. Namun sulitnya mendapatkan air bersih dari PDAM membuat warga tidak punya pilihan selain mengkonsumsi air sungai.
 
Diduga penyebab banyaknya warga yang terkena munmen akibat air yang tidak bersih. Di beberapa desa, warga menggunakan air parit untuk memasak dan mencuci. Selain itu warga juga membuang kotoran saluran rumah ke aliran sungai. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Taput Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 4.2
Lantik Pj Bupati Deliserdang dan Taput, Pj Gubernur Sumut Ingatkan Tugas Mendesak Ini
Personel Gabungan Berhasil Evakuasi Material Longsor yang Tutupi Jalan Lintas Tarutung-Sibolga
Taput Diguncang Gempa Bumi M4,4 Subuh Tadi
 Peringatan Hari Ibu di Taput, Nawal Lubis Beri Bantuan ke Lansia dan Anak-anak Stunting
Tapanuli Utara dan Sekitarnya Diguncang Gempa Bumi Magnitudo 3,8
komentar
beritaTerbaru
hit tracker