Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho berbuka puasa dengan enam ribuan warga masyarakat Simalungun beserta jajaran TNI, dan PNS Pemkab Simalungun, Jumat (3/7/2015).
Kunjungan Gubernur dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan tersebut digelar di halaman Kantor Bupati Simalungun.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Simalungun JR Saragih beserta jajaran SKPD Pemkab Simalungun, FKPD Kabupaten Simalungun, TNI, Polri dan PNS beserta warga masyarakat, dan kaum duafa, Syekh Muda H Ahmad Syakban Arrahmani Rajaguguk, Danrem, Danrindam, Kapolres. Gubernur didampingi Asisten Kessos, Asisten Ekbang, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pendidikan, Komunikasi dan Informatika, Perikanan dan Kelautan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Badan Ketahanan Pangan, Pertanian, Binamarga, BKD, PSDA, Perhubungan, Biro Kapwat dan sebagainya.
Gubernur dalam sambutannya mengatakan suasana kemasyarakatan, gotong royong silahturahim menjadi modal besar membangun bangsa. Dia menyebutkan kunjungan Tim Safari Ramadan tersebut adalah kedua kali dimana sebelumnya Raya sebagai pusat pemerintahan belum semaju seperti saat ini.
"Saat ini Raya telah menjadi kawasan baru, pusat pemerintahan dan perekonomian Kabupaten Simalungun. Saya atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapkan terima kasih atas gerak pembangunan di Simalungun ini," kata Gubernur.
Dia berharap kebersamaan yang sudah erat terjalin dapat tingkatkan terus dalam rangka mengisi pembangunan yang akan datang. Gubernur kemudian mengatakan bahwa puasa mengajak kita agar meningkatkan prduktivitas. Puasa tidak hanya diwajibkan bagi umat Islam saat ini, namun juga kepada umat-umat sebelumnya. Bahkan binatang juga berpuasa, seperti ulat yang berubah menjadi kepompong dan kupu-kupu melalui proses puasa.
"Ulat yang menjijikkan menjadi kepompong dan menjadi kupu-kupu yang indah melalui proses puasa," ujar Gubernur.
Puasa lanjutnya, harus menghantarkan kita kepada filosofi yang diajarkan orang tua kita dulu yaitu "Habonaron Do Bona" yang artinya kebenaran adalah pokok, agar kita menjadi orang yang selalu berorientasi pada kebenaran. Sejarah dan peradaban kita juga membuktikan bahwa jika didominasi oleh manusia yang habonaron do bona, dengan nafsu muthmainah, jiwa yang tenang, maka akan menjad peradaban maju dan tinggi.
Syekh Muda H Ahmad Syakban Arrahmani Rajaguguk dalam tausiahnya mengajak masyarakat untuk mendokan korban kecelakaan Hercules. Dikatakannya tragedi kecelakaan pesawat Hercules adalah trgaedi kita semua. Kita pun tidak tau tragedi apa yang nantinya akan memaksa kita untuk mati.
"Maka baik-baiklah, berbuat baik kepada manusia, Allah memberi kita nikmat hidup, nafas kehidupan sampai saat ini karena Allah menunggu kita menyempurnakan isi kemanusiaan, sebagaimana Tuhan menciptakan kita untuk mengabdi," katanya. (BS-030)
Tags
beritaTerkait
komentar