Sabtu, 02 Mei 2026

1.000 Peserta Ikut Lomba Burung Berkicau Walikota Medan Cup II 2015

Minggu, 24 Mei 2015 23:30 WIB
1.000 Peserta Ikut Lomba Burung Berkicau Walikota Medan Cup II 2015
Istimewa
Walikota Medan Dzulmi Eldin foto bersama pemenang.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Lebih dari 1.000 orang peserta  mengikuti Pameran dan Lomba Burung Berkicau Walikota Medan Cup II Tahun 2015 di Lapangan Cadika Pramuka, Jalan Karya Wisata, kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Ahad (24/5/2015).  

Selain menjadi media penyaluran hobi bagi para pecinta burung, even ini juga merupakan bagian dari promosi pariwisata (Visit Medan Year)  sekaligus mendukung program Medan menjadi Kota MICE (Meeting, Incentive, Convention & Exhibition).

Lomba burung berkicau yang kedua kalinya digelar ini masuk perlombaan bertaraf nasional. Sebab, pesertanya tidak hanya dari Kota Medan maupun sejumlah daerag di Sumut, melainkan sejumlah kota lainnya di Indonesia seperti Banda Aceh, Pekanbaru, Dumai, Jakarta, Bandung serta Surabaya. Hal ini menunjukkan para pecinta burung di tanah air mulai melirik Kota Medan sebagai salah satu  tempat penyelenggaraan perlombaan burung berkicau bergengsi di Indonesia.

Itu sebabnya Walikota Medan Dzulmi Eldin yang menghadiri langsung even ini, meminta panitia untuk terus melakukan evaluasi agar perlombaan burung berkicau ini lebih baik lagi ke depannya. Dengan demikian Kota Medan menjadi kota terbaik di luar Pulau Jawa dalam penyelenggaraan perlombaan burung berkicau.

"Saya ingin perlombaan burung berkicau ini menjadi salah satu kegiatan yang khas di Kota Medan. Apalagi kegiatan ini sarat dengan nilai-nilai budaya leluhur seperti kecintaan kepada alam, sesama mahluk hidup, membangun jiwa seni, sekaligus syarat dengan nilai-nilai edukasi bagaimanan membangun harmonisasi alam," kata Eldin.

Dijelaskan Eldin, perlombaan burung berkicau ini juga merupakan salah satu program pembangunan kota yang tengah dilakukan saat ini. Tujuannya, menggalang kebersamaan serta mengajak masyarakat, terutama para pecinta burung untuk melestarikan dan melindungi satwa serta lingkungan.

Di samping itu tambahnya lagi, perlombaan burung berkicau ini memberikan suasana baru yang rileks bagi semua. Sebab, suara burung secara dapat memberikan manfaat psikologis bagi pendengarnya, memberikan ketenangan serta menghilangkan stres serta kejenuhan. Serta even ini diharapkan dapat menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kota Medan.

Kadis Pendapatan Kota medan M Husni selaku Ketua Panitia Burung Berkicau mengatakan, even ini diikuti lebih dari 1.000 peserta dengan mempertandingkan 22 kelas berhadiah jutaan rupiah. Melihat tingginya animo para pecinta burung mengikuti even ini, membuktikan perlombaan burung berkicau memperebutkan Piala Walikota ini telah mendapat atensi dari seluruh pecinta burung di tanah air.

"Melalui perlombaan burung berkicau ini, para pecinta burung kini telah memiliki ruang untuk mengekspresikan hobinya sekaligus memperlihatkan kehebatan burung yang selama ini mereka rawat dan latih dengan baik. Untuk itulah kita telah menjadikan perlombaan burung berkicau ini sebagai even resmi yang setiap tahunnya digelar," jelas Husni.

Untuk itu Husni berharap dukungan semua pihak, terutama para pecinta burung mania. Apalagi di Indonesia saat ini ada dua even perlombaan burung terbesar, pertama perlombaan burung memperebutkan Piala Presiden, sedangkan yang kedua perlombaan burung memperebutkan Piala Walikota Medan. 

"Jadi perlombaan burung memperebutkan Piala Walikota Medan ini telah memberikan makna yang luas bagi para pecinta burung di tanah air," ungkapnya.

Perlombaan burung berkicau yang digelar dalam rangka menyambut Hari jadi Kota Medan Kota Medan yang jatuh 1 Juli mendatang, jelas Husni, mempertandingkan 22 kelas yang dibagi 7 kategori yakni Medan Bersih, Medan Hijau, Medan Indah, Medan Asri, Medan Sehat, Medan Peduli dan Medan Sejahtera.

Untuk kategori Medan Bersih, kata Husni,  dipertandingkan burung Murai Batu Ekor Putih. Kelas Medan Hijau, burung Kacer, Kelas Medan Indah mempertandingkan burung Murai Batu Ekor Putih, Love Bird, Kenari dan Murai Batu Ekor Hitam. Lalu Kelas Medan Asri, burung jenis CH Kepala Kuning, CH Polos dan Kapas Tembak.

Selanjutnya Kelas Medan Sehat, burung yang dilombakan Murai Batu Ekor Putih, Kacer, Love Bird, Murai Batu Ekor Hitam dan Kenari. Kemudian Kelas Medan Peduli, mempertandingkan burung Kacer, Lover Bird, Kenari dan Murai Batu Ekor Hitam. Sedangkan untuk Kelas Medan Sejahtera, burung yang dilombakan CH Kepala Kuning, CH Polos, Kapas Tembak dan Campuran Kecil.

Perlombaan burung berkicau ini digelar mulai pukul 09.30 WIB sampai 18.00 WIB. Meski cuaca cukup panas namun para peserta tidak peduli, mereka dengan penuh semangat mengikuti prlombaan dan tak henti-hentinya memberikan tepuk isyarat agar burungnya tampil atraktif diserta bunyi kicauan yang sangat memikat.

Begitu setiap kelas yang diperlombakan selesai, para peserta yang keluar sebagai juara langsung mendapatkan piala, sertifikat dan uang pembinaan. Sedangkan bagi kelas utama, hadiah langsung diberikan Walikota. Seleuruh pecinta burung mania terlihat sangat puas dengan even yang digelar ini. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker