Selasa, 04 Agustus 2026

Pertama di Sumatera, RSU Bina Kasih Medan Operasikan Instalasi Hyperbaric Oxygen Therapy

Kamis, 18 September 2014 17:16 WIB
Pertama di Sumatera, RSU Bina Kasih Medan Operasikan Instalasi Hyperbaric Oxygen Therapy
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meninjau Instalasi Hyperbaric Oxygen Therapy. (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meresmikan pemakaian Instalasi Hyperbaric Oxygen Therapy yang pertama kali di Sumatera di Rumah Sakit Umum Bina Kasih, Jalan TB Simatupang, Medan, Rabu (17/9/2014).

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Eldin didampingi Ketua Ikatan Dokter Hyperbaric Indonesia Arya Sidemen, Guru Besar Hyperbaric Indonesia Guritno, Pimpinan RSU Bina Kasih Antonius Ginting, Direktur RSU Bina Kasih Jhon Tarigan, Dirut RSUD Pirngadi Edwin Effendi, Kepala Dinas Kesehatan Usma Polita dan Kepala Dinas Perkim Gunawan Surya Lubis.

Eldin dalam arahannya mengatakan dengan bertambahnya usia RSU Bina Kasih dikenal semakin profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dengan hadirnya pusat pelayanan kesehatan ini semakin memberikan berbagai alternatif serta solusi kebutuhan layanan kesehatan yang semakin baik bagi para pasien dan masyarakat luas.

Dikatakannya, RSU Bina Kasih adalah rumah sakit umum rujukan yang baik, dan dengan pengembangannya rumah sakit ini mempunyai produk baru yang pertama di Sumatera yaitu Hyperbaric Oxygen Therapy. Masyarakat sudah dapat memanfaatkan Hyperbaric ini dengan melalui pemeriksaan terlebih dahulu oleh dokter. Pemakaian Hyperbaric Oxygen Therapy ini memakan waktu berjam-jam.

Salah satu misi strategis pembangunan kota khususnya di bidang kesehatan adalah meningkatkan kualitas masyarakat kota, melalui peningkatan akses dan kualitas kesehatan masyarakat. Oleh karenanya pemerintah kota terus berupaya juga mendorong peningkatan ketersediaan berbagai fasilitas kesehatan yang semakin baik kepada masyarakat.

“Disamping kita mengembangkan rumas sakit pemerintah yang terstandarisasi. Kita juga terus mendorong terbangunnya rumah sakit-rumah sakit dan klinik-klinik swasta yang juga terstandarisasi serta terspesialisasi,” ujarnya.

Wali Kota sedikit prihatin dengan fenomena masyarakat yang cenderung berbondong-bondong berobat ke luar negeri. Tentunya ini merupakan PR yang harus dicarikan jalan keluarnya secara bersama-sama, bagaimana agar masyarakat tidak terobsesi untuk terus berobat ke luar negeri.

Untuk itu, instalasi HBOT (Hyperbaric Oxigen Therapy) ini diharapkan dapat menjawab salah satu layanan kesehatan bagi masyarakat, sekaligus mampu memberikan keramahan kepada pasien, serta dapat memberikan pelayanan yang profesional sehingga masyarakat mau memanfaatkan pelayanan yang tersedia.

“Saya selalu mengingatkan, bahwa setiap layanan kesehatan harus dapat diakses dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya bagi mereka yang memiliki kemampuan finansial yang baik, tetapi juga bagi mereka yang mempunyai kemampuan yang pas-pasan,” katanya.

Selain itu diharapkan kepada RSU Bina Kasih maupun RSU lainnya di Medan agar dapat menjalankan fungsi sosialnya dengan baik, tidak hanya berfokus pada profit, tetapi tidak lupa untuk memperhatikan kesehatan lingkungan di sekitarnya.

Arya Sidemen selaku Ketua Ikatan Dokter Hyperbaric Indonesia mengatakan, hyperbaric therapy ini sudah diketahui pada Tahun 1820 di Eropa. Therapy ini semula untuk menyembuhkan orang yang sakit akibat air laut.

Pada Tahun 1975 therapy ini dipublikasikan sebagai therapy hyperbaric. Pada Tahun 1976 dilakukan penelitian apakah terapi ini dapat menyembuhkan penyakit selain dari penyakit air laut, ternyata therapy hyperbaric dapat meyembuhkan penyakit lainnya seperti diabetes dan kolestrol. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker