Senin, 20 April 2026

Kepala BNP2TKI Lepas 53 TKI Formal Asal Medan ke Malaysia

Rabu, 25 Juni 2014 11:59 WIB
Kepala BNP2TKI Lepas 53 TKI Formal Asal Medan ke Malaysia
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Gatot Abdullah Mansyur melepas 53 TKI sektor formal asal Medan yang akan bekerja sebagai operator pabrik di Malaysia.

Acara pelepasan dilakukan di Kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Medan di Jalan Mustafa, Medan, Selasa (24/06/2014) siang.

Dalam siaran pers BNP2TKI yang diterima, Rabu (25/6/2014) disebutkan, saat melepas 53 TKI formal asal Medan, Kepala BNP2TKI didampingi Direktur Pengamanan dan Pengawasan Deputi Bidang Perlindungan Brigjen Pol Bambang Purwanto, Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah Deputi Bidabg Penempatan Haposan Saragih, Kepala Biro Hukum dan Humas Ramiany Sinaga dan Kepala BP3TKI Medan Harris Nainggolan serta beberapa pejabat di lingkungan BP3TKI Medan lainnya.

Ke-53 TKI formal asal Medan itu semuanya perempuan. Mereka diberangkatkan ke Malaysia melalui empat perusahaan jasa Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS), yaitu PT Mitra Karya Sarana Nusa sebanyak 36 orang, PT Sere Multi Pertiwi 5 orang, PT Satria Parang Tritis 5 orang, dan PT Sriti Rukma Lestari 7 orang.

Gatot juga mengingatkan, meski sudah bekerja di luar negeri jangan sampai lupa belajar. TKI itu merupakan suatu pekerjaan mulia. Lebih mulia lagi, bila ditingkatkan dengan belajar. Belajar di era sekarang bisa dilakukan dengan jarak jauh, dengan sistem online seperti dipraktikkan pada Universitas Terbuka (UT). Belajar bisa dilakukan di sela-sela istirahat atau libur kerja. Banyak contoh TKi yang sukses bekerja sambil belajar di UT hingga meraih gelar sarjana, seperti dilakukan TKI di Hong Kong, Taiwan, Singapura, Malaysia, dan beberapa negara lain.

Kepala BNP2TKI lalu memberikan contoh sukses yang diraih Nuryati Solapari, mantan TKI Arab Saudi yang bergelar S-2 dan sedang menempuh S-3. Dia saat ini tidak saja meraih sarjana di bidang hukum, tetapi juga menjadi dosen hukum di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten.

"Bahkan dia berobsesi ingin meraih profesor. Jadi, meskipun TKI juga bisa belajar sampai tingkat pendidikan tinggi," kata Gatot memberi semangat.

Gatot menambahkan, TKI jangan sampai terjebak bujuk rayu dengan orang tidak kenal yang ujung-ujungnya dapat menjerumuskan TKI pada sindikat Narkoba. Karena banyak contoh kasus TKI yang menjadi korban dijadikan kurir Narkoba ini. Beberapa negara di dunia seperti China, Malaysia, Singapura, dan banyak negara di dunia yang menerapkan sanksi hukuman berat - bahkan sampai hukuman vonis mati -  bagi sindikat narkoba. Saat ini ada 350 TKI di seluruh dunia yang ditahan karena terjerat sindikat jaringan narkoba.

"Mengenai bahaya narkoba ini, saya berpesan agar calon TKI/TKI benar-benar mewaspadai. Jangan mudah terbujuk rayu orang tidak dikenal," pesan Gatot.

Saat melepas 53 TKI formal asal Medan yang akan bekerja di Malaysia itu, secara simbolis Kepala BNP2TKI menyerahkan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) kepada lima orang perwakilan TKI. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
KADIN Medan Apresiasi TNI AL Tangkap Begal di Belawan, Dinilai Tingkatkan Keamanan
KADIN Medan Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dukung 5 Pilar Iklim Investasi Pemko Medan
BPJS Ketenagakerjaan: Keluarga Personel Satpol PP Medan Dapat Santunan
Ketua KADIN Halal Bihalal dengan Ketua DPRD dan Wakil Walikota Medan
Pegadaian Kanwil 1 Medan Lepas 250 Pemudik Lebaran
Berkah Ramadan, SMP Muhammadiyah 05 Medan Berbagi Sembako dan Takjil ke Warga Sekitar
komentar
beritaTerbaru
hit tracker