Sabtu, 25 April 2026

Kelompok Cipayung Demo di Hari Kartini di Medan

Selasa, 22 April 2014 13:35 WIB
Kelompok Cipayung Demo di Hari Kartini di Medan
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Kendati Bangsa Indonesia sudah merdeka, namun kemerdekaan itu tidak dirasakan oleh kaum perempuan.

Hal ini dibuktikan, masih banyak dan merajalelanya praktik-praktik pelecehan seksual yang dialami kaum perempuan. Baik tindak perkosaan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penjualan orang atau khususnya penjualan perempuan (Human Traficking) dan lainnya.

Hal ini dikemukakan puluhan massa yang berasal dari Kelompok Cipayung saat menggelar aksi di depan Balaikota Medan, Jalan Maulana, Lubis, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Senin (21/4/2014) sekira pukul 14.00 WIB sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kartini 2014.

"Masih banyak tindak-tindak kriminalitas yang dialami para kaum perempuan, tidak hanya di Medan tapi melainkan juga di Indonesia," ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) Kelompok Cipayung Henny Handayani Sirait dalam orasinya.

Disebutkan, setiap hari masyarakat Indonesia selalu disuguhi beragam aksi yang menjadikan perempuan Indonesia sebagai korbannya.

"Kita semua tahu, setiap saat selalu ada saja aksi yang korbannya adalah kaum perempuan. Ini membuktikan jika perempuan selalu menjadi sasaran empuk untuk tindak kriminal yang terjadi," tukas perempuan berkacamata ini.

Dengan fakta yang ada itu, sambung perempuan yang mengaku sebagai mahasiswi Universitas Sumatera Utara (USU) ini, sampai sejauh ini pemerintah, khususnya Pemerintah Kota (Pemko) Medan belum mampu mengatasi persoalan-persoalan itu.

"Tidak ada upaya pemerintah untuk mengatasi itu. Tak terkecuali Pemko Medan, dimana banyak persoalan sosial dan kriminal yang terjadi dan membelenggu kaum perempuan di Medan yang tidak teratasi dengan baik," tandasnya lagi.

Lebih lanjut dikemukakan Henny, diharapkan agar Pemko Medan dalam hal ini Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan T Dzulmi Eldin S untuk lebih merespon hal-hal yang berkaitan dengan masalah-masalah yang terjadi dan dialami para kaum perempuan.

"Kita minta Plt Walikota untuk lebih merespon persoalan-persoalan yang menimpa kaum perempuan di Medan," tukas Henny.

Beberapa saat ditunggu, namun Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin tak kunjung keluar dari Balaikota Medan guna menemui massa aksi. Akhirnya sekira pukul 14.35 WIB, para massa aksi yang terdiri dari sejumlah elemen mahasiswa, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan lainnya membubarkan diri. (BS-031)

Tags
beritaTerkait
TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan
Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa
Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara
PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern
komentar
beritaTerbaru
hit tracker