Senin, 04 Mei 2026

PLN Padangsidimpuan Dituding Tidak Peduli Pendidikan

Kamis, 27 Februari 2014 21:42 WIB
PLN Padangsidimpuan Dituding Tidak Peduli Pendidikan
Ilustrasi.Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Padangsidimpuan, (beritasumut.com) – Pemadaman listrik yang dilakukan PLN Cabang Padangsidimpuan kurun waktu 4 malam belakangan ini menuai kecaman dan protes dari kalangan pelajar di Kota Padangsidimpuan khususnya Kelas III SMP dan SMU yang saat ini sedang menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS).
 
Pemadaman listrik yang terjadi di Kota Padangsidimpuan selalu terjadi setiap harinya selama 3 jam lebih imulai pukul 18.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB sehingga sangat menyulitkan pelajar untuk belajar menghadapi UAS keesokan harinya.
 
“Karena listrik padam, maka belajar untuk menghadapi UAS baru bisa dimulai setelah pukul 21.00 WIB, kalau sudah begitu maka tidak jarang selesai hingga pukul 01.00 WIB, sehingga kekurangan tidur sebab pagi harus mengikuti ujian,” ujar Wahyun Artika Siswi Kelas III SMA Negeri di Padangsidimpuan kepada wartawan di Padangsidimpuan, Kamis (27/2/2014).
 
Dikatakannya, dikarenakan kurang tidur, maka ketika mengikuti ujian tidak jarang kantuk menyerang. “Tidak hanya saya, sebagian besar pelajar yang mengikuti UAS mengalaminya. Mungkin hanya pelajar yang memiliki genset dirumahnya saja yang tidak mengalami kantuk di saat ujian,” imbuhnya.
 
Dikarenakan kondisi tersebut, maka ia menilai bukan tidak mungkin nilai pelajar yang mengikuti UAS pada saat pemadaman listrik di malam hari ini akan tidak memperoleh hasil nilai yang memuaskan, karena itu ia menilai PLN Cabang Padangsidimpuan tidak peduli pendidikan di Kota Padangsidimpuan yang dikenal sebagai Kota Pendidikan.
 
Hal senada diungkapkan warga Padangsidimpuan Charles Ritonga. Ditemui terpisah Charles mengaku kesal dengan ulah pemadaman listrik yang dilakukan PLN Padangsidimpuan kurun waktu beberapa hari belakangan ini. “Pemadaman selalu dilakukan pada malam hari maka tentu masyarakat kecil yang terkena imbasnya, kalau yang kaya dan rumah milik pemerintah tentu tidak menjadi persoalan karena masih masih sanggup membeli genset ataupun difasilitasi APBD untuk pengadaan genset listrik,” ujarnya.
 
Dikatakannya, pemadaman listrik yang terjadi kurun waktu belakangan ini dinilai merupakan  yang terparah terjadi di Kota Padangsidimpuan tepatnya setelah adanya Jembatan Siborang dipenuhi puluhan lampu penerangan jalan umum dan penggantian lanpu jalan di Jalan Sudirman eks Merdeka dan Jalan Iman Bonjol, Padangsidimpuan yang dibangun Tahun 2013 lalu.
 
“Untuk tidak membebani penggunaan lstrik kepada masyarakat, hendaknya Pemko Padangsidimpuan menghemat penggunaan arus listrik yang menimbulkan beban baru, dan kepada PLN, kalau tidak dapat menghindari pemadaman listrik maka hendaknya dilakukan pada siang hari,” ujarnya.
 
Sementara itu, pantauan wartawan Kota Padangsidimpuan gelap gulita pada malam hari yang sudah terjadi selama 4 malam berturut-turut menguntungkan pedagang lilin dan lampu energy saving yang laris manis banyak laku terjual dengan kisaran harga termurah Rp90.000 per unit. (BS-029)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker