Kamis, 07 Mei 2026

BNPB dan BVMBG Izinkan Warga Pulang, Wagub Sumut Imbau Warga Tetap Waspadai Sinabung

Senin, 17 Februari 2014 13:25 WIB
BNPB dan BVMBG Izinkan Warga Pulang, Wagub Sumut Imbau Warga Tetap Waspadai Sinabung
Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi melepas iring-iringan truk pembawa bantuan sembako sumbangan masyarakat Indonesia Tionghoa (Inti) dari halaman Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA), Komplek Perumahan PLN, Glugur, Medan, Senin (17/2/2014). (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) telah memperbolehkan warga yang tinggal di radius 7 kilometer pulang ke rumah masing-masing. Meski Begitu, Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Tengku Erry Nuradi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga akan ancaman erupsi Gunung Sinabung.
 
Imbauan tersebut disampaikan Wagub Sumut Tengku Erry Nuradi usai melepas truk pengangkut bantuan sembako sumbangan masyarakat Indonesia Tionghoa (Inti) dari halaman Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA), Komplek Perumahan PLN, Glugur, Medan, Senin (17/2/2014).
 
Dalam kesempatan tersebut, Erry menyatakan, untuk sementara BNPB dan BVMBG belum memperbolehkan warga yang tingggal di radius 5 kilometer dari kaki Gunung Sinabung kembali ke rumah, karena erupsi bisa terjadi kapan saja, meski geliat Gunung Sinabung relatif menurun dalam sepekan terakhir.
 
“Mari indahkan imbauan BNPB dan BVMBG demi keselamatan. Saya juga berharap warga yang kini masih tinggal di pengungsian untuk tetap bersabar,” ujar Erry.
 
Erry menyadari, warga yang tinggal di sedikitnya 42 titik pengungsian, kini telah dihinggapi kejenuhan karena telah berada di lokasi penampungan dalam 5 bulan terakhir. Selain itu, psikologis pengungsi tertekan karena kehilangan tempat tinggal, harta benda dan penghasilan, terutama mereka yang tinggal di radius 3 kilometer dari kaki Gunung Sinabung.
 
“Saya sudah beberapa kali meninjau sejumlah lokasi yang memungkinkan menjadi lahan relokasi. Salah satunya di Bukit 2.000 sekitar 14 kilometer dari Kota Kabanjahe. Lahan itu rencananya akan dihibahkan untuk lokasi perumahan mementara warga korban Sinabung, khusu yang tinggal di radius 3 kilometer,” papar Erry.
 
Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Karo terus mencari lokasi strategis lain, karena Bukit 2.000 dinilai tidak mencukupi menampung warga dari 3 desa di radius 3 kilometer dari kaki Gunung Sinabung.
 
“Lahan yang akan dihibahkan seluas 20 hektar. Lahan ini belum mencukupi. Pemerintah Provinsi dan Pemkan Karo terus mencari lokasi lain, agar seluruh warga di zona berbahaya bisa segera dipindahkan,” tambah Erry.
 
Sementara pengurus Inti Sumut, Juswan mengatakan, bantuan yang diserahkan berupa bahan sembako, kebutuhan bayi senilai Rp400 juta ditambah biaya pendidikan bagi anak korban Sinabung sebesar Rp200 juta.
 
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Indonesia Thionghoa kepada suadara-saudara kita di lokasi penampungan. Semoga bantuan itu bermanfaat nantinya,” sebut Juswan.
 
Juswan berharap, pendistribusian bantuan sembako tepat sasaran agar dapat berguna bagi korban erupsi Gunung Sinabung yang membutuhkannya. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Perlu Waspada, Sumut Merupakan Provinsi Kelima Terbanyak Bencana
Siaga Hadapi Karhutla, Musim Mas Kolaborasi dengan Para Pemangku Kepentingan
Dukung Percepatan Penanganan Bencana, Pemerintah Indonesia Dorong Bantuan Kemanusiaan Tahap Dua ke Turki
 Dorong Transformasi BNPB, Presiden Jokowi Tekankan Lima Hal
BNPB dan Utusan Khusus PBB Tinjau Sekolah Aman Bencana SDN 13 Klender Jakarta
Penanggulangan Erupsi Semeru, Dansatgas Fokus Pembangunan Insfrastruktur dan Pemukiman
komentar
beritaTerbaru
hit tracker