Kamis, 07 Mei 2026

BNPB: Erupsi Sinabung Belum Bencana Nasional

Rabu, 08 Januari 2014 21:06 WIB
BNPB: Erupsi Sinabung Belum Bencana Nasional
Dok
Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho 
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, masih terus intensif. Pengungsi pun terus bertambah yaitu 22.708 jiwa (7.079 KK) di 34 titik pengungsian. Ada tambahan titik pengungsi di Pos Lau Gumba, Desa Lau Gumba, Berastagi dengan pengungsi 507 jiwa (175 KK). Kebutuhan logistik, kesehatan, dan pendidikan secara umum tertangani. 

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan singkat, Rabu (8/1/2014) malam.

Dijelaskan, menurut laporan koordinator pengungsi, di Jambur Siabang-abang dengan pengungsi sebanyak 1.225 jiwa (381 KK) dan Losd Lau Gumba, logistik masih banyak kekurangan dan sarana tempat sekolah SMP/SMA belum ada. Kebutuhan mendesak bagi pengungsi adalah susu bayi, gas, air mineral, air bersih, dan seragam sekolah.
 
Hingga saat ini skala bencana adalah skala bencana kabupaten. Artinya Pemerintah Kabupaten Karo masih mampu mengatasi bencana tersebut dibantu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Adanya usulan agar dijadikan skala bencana nasional, tidak memenuhi persyaratan seperti diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. 

Pada Pasal 51 Ayat 2 disebutkan penetapan skala nasional ditetapkan oleh Presiden, skala provinsi oleh Gubernur, dan skala kabupaten/kota oleh Bupati/Walikota. Pemerintahan Pemkab Karo masih berjalan normal. Selain itu juga tidak ada korban jiwa banyak dan terjadi eskalasi bencana yang luas. 

Berbeda dengan erupsi Gunung Merapi Tahun 2010, dimana Presiden memerintahkan kendali operasi tanggap darurat dalam satu komando berada di tangan Kepala BNPB  dibantu Gubenur Daerah Istimewa Yogyakarta, Gubernur Jawa Tengah, Pangdam IV Diponegoro, Kapolda Jateng dan Kapolda DIY pada 5 November 2010. 

Keputusan Presiden saat itu didasarkan bertambahnya korban dan pengungsi. Pada 4 November 2010 korban jiwa 44 tewas, 119 luka-luka, 82.701 mengungsi, kemudian ketika erupsi besar pada 5 November 2010 korban meningkat menjadi 114 tewas, 218 luka-luka dan 300 ribu mengungsi.
 
Untuk itu Bupati Karo Kena Ukur Surbakti harus banyak turun ke lapangan mengatasi rakyatnya yang mengungsi. Kemudian Pemprov Sumut memberikan bantuan yang diperlukan. Lalu BNPB memberikan bantuan ekstrem sesuai permintaan, tandas Sutopo. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Perlu Waspada, Sumut Merupakan Provinsi Kelima Terbanyak Bencana
Siaga Hadapi Karhutla, Musim Mas Kolaborasi dengan Para Pemangku Kepentingan
Dukung Percepatan Penanganan Bencana, Pemerintah Indonesia Dorong Bantuan Kemanusiaan Tahap Dua ke Turki
 Dorong Transformasi BNPB, Presiden Jokowi Tekankan Lima Hal
BNPB dan Utusan Khusus PBB Tinjau Sekolah Aman Bencana SDN 13 Klender Jakarta
Penanggulangan Erupsi Semeru, Dansatgas Fokus Pembangunan Insfrastruktur dan Pemukiman
komentar
beritaTerbaru
hit tracker