Rabu, 29 April 2026

Organda Keluhkan Angkot Dari Luar Medan

Senin, 25 November 2013 20:24 WIB
Organda Keluhkan Angkot Dari Luar Medan
Google
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Perhubungan diminta segera menindak angkutan kota (Angkot) dari luar Medan yang masih beroperasi tidak sesuai izin trayek. Pasalnya, selain hal ini sudah dikeluhkan para sopir, dikhawatirkan akan terjadi pergesekkan yang lebih besar.

"Kami minta agar Dinas Perhubungan Medan segera bertindak. Ini sudah lama dikeluhkan dan sudah terjadi pergesekkan di antara sopir angkot. Tapi nyatanya hingga kini Dishub Medan diam saja," ujar Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan Mont Gomery Munthe di Medan, Senin (25/11/2013).

Menurut Mont, masih beroperasinya angkutan kota dalam provinsi (AKDP) di Medan karena lemahnya pengawasan dan penindakan dari Dinas Perhubungan. Sebab, para sopir AKDP masih membandel tetap melintas sementara rute trayek tidak sesuai dengan izin yang sudah ditetapkan.  

"Sudahlah jumlah angkutan semakin sedikit, masuk pula yang dari luar daerah seperti Lubukpakam dan Binjai, mengangkut penumpang ke Medan. Padahal lintasan yang dilewati angkot tersebut bukan rute yang sesuai dengan izin trayeknya. Misalnya yang dari Pakam ke Diski," keluhnya.

Lebih lanjut Mont mengatakan, guna menghindari pergesekkan yang lebih besar, selain melarang AKDP memasuki trayek angkutan kota yang tidak sesuai dengan izin, pihaknya pun menyambut baik bila Dishub berkenan memberikan seragam dinas bagi para sopir. Apalagi wacana tersebut dapat direalisasikan melalui APBD. 

"Bila Dishub berkenan mengalokasikan pengadaan tersebut di APBD, tentunya kami sangat mendukung wacana ini. Karena kalau pengadaannya dari kami, cukup berat rasanya untuk merealisasikan, mengingat cost atau biayanya tidak sedikit. Jadi, kami sifatnya hanya dapat mengimbau kepada perusahaan angkutan," ungkapnya seraya mengatakan dalam waktu dekat ini akan menyurati pemko terkait persoalan ini. 

Ditambahkan, hal ini sudah menjadi kendala bagi Organda. Para sopir di Medan sudah sangat mengeluhkan persoalan ini. Untuk itu, pemko diminta bersikap tegas menyikapi hal ini. Selain itu, pihaknya juga mengkhawatirkan akan terjadi aksi unjuk rasa besar-besaran apabila hal ini terus terjadi. Mengingat jumlah armada dalam kota menjadi bertambah, sehingga akhirnya berebut penumpang dengan AKDP.

"Dishub Medan selama ini melakukan pembiaran dengan tidak menindak angkutan kota dalam provinsi memasuki trayek tidak sesuai dengan izinnya. Seperti angkot dari Pakam yang memang masuk ke Kota Medan, akan tetapi sering tidak mengindahkan rute-rute yang sudah ditetapkan," pungkasnya. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Organda Mengaku Dukung BRT, Ini Syaratnya
Karena Suami Tak Berkabar, Proses Hukum IRT Tewas Ditembak Tertunda
Indri Tewas Ditembak OTK di Depan Rumahnya di Komplek Torganda Medan Tuntungan
TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker