Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Sekitar 2.000 umat Budha dari seluruh penjuru Kota Medan menghadiri acara Perayaaan Trisuci Waisak 2557 BE/2013 yang diselenggarakan Pemko Medan bekerjasama dengan Walubi Kota Medan di Crystal Royale Hall Yang Lim Plaza, Medan, Ahad (23/6/2013). Pelaksana Tugas Walikota Medan Dzulmi Eldin yang turut menghadiri perayaan tersebut, mengajak seluruh umat Budha untuk dapat meneladani nilai-nilai universal dari dharma yang diajarkan Sang Budha.
“Mari kita tinggalkan sikap mementingkan diri sendiri. Mari kita suburkan sikap saling menghormati dan saling menghargai. Mari kita ciptakan suasana kehidupan kota yang rukun, damai dan harmonis. Kemudian mari kita membangun semangat kerja yang dilandasi oleh sikap kekeluargaan, tolong menolong dan berusaha selalu menjadikan hari ini lebih baik dari kemarin. Serta esok lebih cerah dari hari ini,” kata Eldin yang hadir didampingi Sekda Medan Syaiful Bahri Lubis.
Sebagaimana perjalanan spiritual Shidarta Gautama yang mengajarkan nilai-nilai keteguhan, kedisiplinan, keikhlasan serta semangat dan tekad kuat untuk menemukan kehidupan hakiki, kata Eldin, harus disadari tidak ada jalan yang mudah untuk mencapai tujuan mulia. Demikian pula dalam membangun Kota Medan menjadi kotya yang unggul, maju dan sejahtera, diperlukan pengorbanan yang ikhlas, kerja keras dan kerja cerdas disertai persatuan dan kebersamaan dari segenap pemangku kepentingan yang ada.
Karena itulah kepada para pemuka agama Budha, Eldin mengajak untuk terus mengedepankan kearifan, tanggung jawab dan keikhlasan. “Saya berharap para tokoh agama dapat memainkan peran pentingnya untuk memberikan pencerahan, pencerdasan dan keteladanan. Di samping itu dapat mencipatakan suasana yang menentramkan dan mendamaikan. Serta terus mendorong umatnya untuk ikut serta dalam upaya membangun Kota Medan secara bersama,” ajaknya.
Eldin selanjutnya menyampaikan salam hormat dan ungkapan kebahagian kepada seluruh umat Budha yang hadir dalam perayaan Waisyak Bersama ini. Tak lupa dia mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi umat Budha terhadap program dan agenda pembangunan Kota Medan saat ini. Termasuk atas aktifitas kemanusiaan dan bantuan sosial yang sudah dilakukan umat Budha dalam membantu penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kota selama ini. “Pemko Medan senantiasa mencatat dan mengapresiasi setinggi-tingginya atas apa yang saudara-saudara telah lakukan selama ini,” ungkapnya.
Di sela-sela perayaan, Eldin menerima bantuan sebanyak 30 unit tong sampah dari Walubi Kota Medan kepada Pemko Medan sebagai bentuk wujud dan kepedulian untuk mendukung program kebersihan di Kota Medan. Tong sampah itu diserahkan langsung Ketua Walubi Kota Medan Earlnus Chen didampingi pengurus Walubi lainnya.
Sebelum mengikuti perayaan Waisak Bersama, kedatangan Eldin bersama Sekda disambut lima barongsai yang tubuhnya dipenuhi lampu warna-warni. Kelima barongsai itu selanjutnya mengiringi Eldin memasuki ruangan yang telah dipenuhi ribuan umat Budha. Perayaan diawali dengan penyalaan lilin panca warna yang dilakukan Eldin bersama Ketua Walubi Kota Medan, Pembimas Agama Budha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Ketut Supardi, Ketua FKUB Kota Medan Palit Muda Harahap serta pemuka agama Budha.
Ketua Walubi Kota Medan Earlnus Chen menjelaskan, Waisak merupakan Hari Raya tersuci bagi umat Budha karena memperingati tiga peristiwa penting yang semuanya terjadi di bulan Vesak dan pada waktu yang sama yaitu tepat saat bulan purnama Siddhi. Adapun ketiga peritiwa penting itu yakni lahirnya Pangeran Siddharta di Taman Lumbini pada tahun 623 SM. Kemudian Pangeran Siddharta mencapai penerangan sempurna dan menjadi Buddha di Bodhagaya Tahun 588 SM. Serta Buddha Gautama Parinibbana (wafat) di Kusinara Tahun 543 SM. “Inilah peristiwa penting yang dinamakan Trisuci Waisak,” jelas Earlnus.
Selanjutnya kepada seluruh numat Budha yang hadir, Earlnusmenghimbau agar selalu menjaga keharmonisan dengan lingkungans ehingga keutuhan bangsa dapat terbina dengan baik dan dapat dijadikan teladan bagi semua. “Sang Buddha mengajarkan dan menyebarkan dharma dengan cinta kasih, damai dan harmonis,” ungkapnya. (BS-024)
Tags
beritaTerkait
komentar