Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
STM Hulu, (beritasumut.com) – Aksi balapan liar yang dilakukan sekumpulan pemuda di atas jembatan gantung yang baru selesai dibangun di Desa Durin Tinggung, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deliserdang, semakin marak dan terkesan dipelihara pihak kepolisian setempat. Kondisi ini dapat disaksikan hampir setiap Sabtu sore dan Ahad pagi.
Ricky (16) dan Bambang (16) peserta balapan liar dari Kecamatan Galang dan Pantailabu saat ditemui di lokasi balapan, Ahad (16/6/2013) mengatakan mereka sengaja datang dari berbagai kecamatan guna melakukan aksi balapan di lokasi ini. Mereka datang karena mendapat undangan dari panitia.
Aksi balapan ini diakuinya telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. “Aksi balapan ini merupkan suatu kebanggaan dan sangat mengasyikkan. Apalagi ketika disaksikan pengunjung yang cukup ramai setiap sore hingga dini hari,’’ ujarnya.
Tak jauh beda pengakuan Wenli Barus (19) salah seorang warga Desa Durin Tinggung. Dikatakan, kegiatan balapan yang mereka lakukan hanya untuk mengisi kegiatan di saat sore hari. Karena itu mereka ngumpul di jembatan tersebut untuk melakuka balapan sesama teman mereka. Terkadang bayak juga pemuda datang dari berbagai kecamatan.
“Lagi pun yang melakukan balapan di sini para pemuda datangnya dari daerah lain, sebab suasananya juga mendukung. Para pengendara yang lewat di jembatan ini juga sudah sama mengerti. Bahwasanya setiap sore hari para pemuda di sini melakukan balapan sehingga pengendara yang lalu lalang kebanyakan singgah untuk melihat balapan yang kami lakukan,” ujarnya tersenyum bangga.
Sementara seorang pedagang sate, Zulimar (53) menjelaskan, aksi balap ini sebenarnya mengganggu pengguna jalan. Karena jembatan ini, merupakan jalan yang menghubungkan ke kawasan perdesaan. “Selama ini, aksi balapan yang dilakukan para pemuda di atas jembatan tidak pernah ditertibkan aparat kepolisian. Tapi karena bayaknya pengunjung, penjualan sate lumayan,’’ terangnya
Menyikapi hal itu Kapolsek Tigajuhar AKP J Naibaho melalui ponsel membantah pihaknya melindungi balap liar itu. Masalah tersebut sudah dimusyawarhkan dengan pihak muspika maupun pemerintah desa dan sudah berulang kali dibubarkan.
(BS-028)
Tags
beritaTerkait
komentar