Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Panyabungan, (beritasumut.com) – Mesin galundung (mesin pemisah emas dari batu) yang memakai bahan merkuri kian mengkhawatirkan karena sudah lama menyebar di pemukiman padat penduduk di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sejauh ini pemerintah daerah terkesan diam membisu.
“Hampir empat tahun mesin-mesin galundung berada di Madin tanpa pengelolaan yang baik dengan membuang limbahnya ke sembarang tempat yang membahayakan kesehatan masyarakat,” ungkap Pengamat Lingkungan Madina, Sutan Mangkutur Nasution di Panyabungan, Kamis (13/6/2013).
Dikatakannya, bahaya merkuri dari limbah galundung sangat luar biasa bagi generasi yang akan datang. “Ini dampak negatif dari tambang-tambang liar di Hutabargot dan Nagajuang. Malapetaka akan dialami penduduk. Pemerintah daerah terkesan diam saja, para pemodal tambang liar di dua kecamatan ini juga terkesan tidak memiliki tanggungjawab terhadap keselamatan generasi mendatang dengan seenaknya mengoperasikan unit-unit galundung di pemukiman padat penduduk,” sebutnya.
Zat merkuri dari limbah galundung mengalir di aliran air dan perairan pertanian serta memasuki tambak-tambak ikan. Ikan yang terkontaminasi merkuri kemudian dikonsumsi penduduk. “Fakta-fakta di wilayah tambang yang tidak teratur, banyak anak-anak yang cacat karena sejak masih janin sudah terkontaminasi merkuri,” katanya.
Dikatakannya, kamp-kamp galundung emas sudah menjamur bukan saja di Kecamatan Hutabargot, juga berserakan di Kecamatan Panyabungan, Panyabungan Utara, Panyabungan Barat dan Panyabungan Utara serta Nagajuang.
(BS-026)
Tags
beritaTerkait
komentar