Jumat, 26 Juni 2026

BPKH Rangkul PB Al Washliyah Gelar Dialog Publik Bertajuk Semua Bisa Haji

Jumat, 12 Juli 2024 17:40 WIB
BPKH Rangkul PB Al Washliyah Gelar Dialog Publik Bertajuk Semua Bisa Haji
BERITASUMUT/IST
BPKH bersama PB Al Washliyah menggelar dialog publik tentang haji di Aula Univa Medan Jalan Sisinga
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com -Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Pengurus Besar (PB) Al Washliyah menggelar dialog publik di Aula Universitas Al Washliyah (Univa) Medan Jalan Sisingamangaraja Kelurahan Harjosari I Kecamatan Medan Amplas, Jumat (12/07/2024).

Dialog publik ruang ini mengusung tema 'semua bisa haji' bertujuan untuk mengajak generasi muda untuk lebih memahami pentingnya ibadah haji.

Anggota Badan pelaksana BPKH, Amri Yusuf memberitahukan peran BPKH dalam perhajian Indonesia seperti melakukan investasi untuk mendapatkan nilai manfaat bagi jemaah haji.

Baca Juga:

"Lalu meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, meningkatkan rasionalitas dan efisiensi penggunaan BPIH dan meningkatkan nilai manfaat bagi kemaslahatan umat Islam Indonesia," ujarnya.

Amri menjelaskan mengapa masa tunggu haji lama tapi orang tetap ingin berhaji lantaran ingin mengejar nilai spiritual.

Baca Juga:

"Haji ini bukan hanya kewajiban ataupun rukun islam. Tapi ada nilai spiritual yang dikejar dari kegiatan berhaji ini. Haji ini evolusi manusia menuju tuhan dan ibadah haji ini unik dibandingkan ibadah yang lain," terangnya.

Amri juga menyampaikan biaya haji Indonesia itu standar.

"Kalau mau dibilang mahal atau murah, biaya haji kita itu standar. Bisa kita bandingkan dengan biaya haji umrah, bandingkan dengan negara lain dan biaya haji masa lalu," imbuhnya.

[br]

Sementara itu, Rektor Univa Medan, Prof Jamil mengatakan landasan kegiatan ini agar mensosialisasikan ibadah haji pada generasi muda.

"Tentunya bagaimana ibadah haji ini disosialisasikan, sehingga banyak generasi muda yang berangkat haji. Karena dampak sosialnya jika mereka yang pergi ibadah haji lebih besar," jelasnya.

Menurut Jamil, walaupun ibadah haji bagi yang mampu tapi, jika generasi muda yang berangkat akan lebih berpengaruh dan meningkatkan banyak hal.

"Walaupun memang, haji ini bagi yang mampu. Tapi kalau bisa generasi muda yang berhaji tentu lebih berpengaruh. Hal itu bisa meningkatkan hingga membangun spiritualitas, kepribadian, dan kelak merekalah yang akan memimpin masyarakat," ucapnya.

Dalam ruang dialog ini, Rektor Univa, Jamil memberitahukan langkah-langkah menjadikan ibadah haji menjadi lebih menarik bagi generasi muda yaitu perlunya edukasi yang menyeluruh.

"Langkahnya yaitu perlu edukasi yang menyeluruh dengan memanfaatkan teknologi modern secara maksimal. kemudian menyediakan pengalaman interaktif dalam program persiapan haji," tuturnya.

Jamil juga menyarankan untuk melakukan kampanye haji melalui komunikasi yang kreatif dengan kolaborasi komunitas pemuda.

"Kita juga bisa melakukan kampanye haji melalui komunikasi kreatif dengan meningkatkan kolaborasi bersama komunitas pemuda. Serta mentoring dan bimbingan rohani hingga perlunya penghargaan dan pengakuan," tambahnya. (BS05)

Editor
:
beritaTerkait
Massa FRAKSi Desak Polda Sumut Tutup Markas Judi Mesin Tembak Ikan di Lubukpakam
Dilarang Masuk Kantor Pertamina, Ketua Buruh Terpaksa Sholat di Luar Sambil Bentang Spanduk
Suara di Balik Kemudi, Inovasi yang Menjaga Nadi Energi
Podomoro City Deli Medan Gelar Bakcang Festival Eksklusif
Australia Juara Piala AFF U-19 2026, Sumut Sukses Tunjukkan Kapasitas Tuan Rumah Internasional
Momentum Perayaan Waisak 2570 BE, Rico Waas Ajak Warga Medan Rawat Harmoni dan Tebar Kedamaian
komentar
beritaTerbaru
hit tracker