Menaker Minta BPVP Ukur Keberhasilan dari Alumni yang Bekerja
Menaker Yassierli meminta BPVP mengukur keberhasilan pelatihan vokasi berdasarkan jumlah alumni yang terserap di dunia kerja.
Ekonomi
Beritasumut.com - Buku berjudul ‘Bocah Kebon dari Deli’ menarik perhatian Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi. Dia berharap buku ini banyak dibaca orang, terutama generasi muda untuk mendorong semangat menggapai cita-cita. ‘Buku Bocah Kebon dari Deli’ merupakan buku kisah hidup Profesor Supandi, hakim agung Mahkamah Agung RI. Seseorang yang dilahirkan dan dibesarkan di pinggiran Deli, tepatnya di perkebunan Tembung hingga menjadi seorang profesor dan ahli hukum.
Kisah ini, menurut Edy Rahmayadi, perlu diketahui anak-anak muda Indonesia, khsusunya Sumut, agar terlahir ‘Supandi-Supandi’ lain dari Sumut. Buku ini menurutnya juga bisa menjadi pelajaran tentang bagai mana seseorang bersikap, karena banyak nilai-nilai kemanusiaan dan agama di dalamnya. “Harusnya ini banyak dibaca orang-orang terutama generasi penerus bangsa agar lahir Supandi-Supandi lain dari sini. Banyak nilai yang bisa kita dapatkan dari buku ini,†kata Edy Rahmayadi usai acara bedah buku Bocah Kebon dari Deli secara virtual, di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman No.41, Kota Medan, Jumat (17/09/2021).
Edy Rahmayadi juga sempat menceritakan betapa sulitnya hidup di era Prof Supandi masih kecil, apalagi dia tinggal di daerah perkebunan. Namun, karena tekad Supandi untuk bisa bersekolah sangat kuat kesulitan itu bisa teratasi. “Kalau dulu di era Prof Supandi masih kecil orang-orang di kebon itu ulat turi pun dimakan, karena sulitnya makanan. Namun beliau sekarang jadi Profesor, hakim agung. Kita yang hidupnya sudah enak, sekolah mudah makanan tercukupi masih malas-malasan. Inilah, perlunya membaca buku ini biar kita tahu, menjadi cambuk untuk kita,†tambah Edy Rahmayadi.
Baca Juga:
Baca Juga : Resensi Buku 100 Anak Tambang Indonesia
Supandi sendiri mengungkapkan sulit bila dia kembali menceritakan kisah hidupnya karena cukup menyedihkan. Seperti kakeknya, Ki Ibrahim yang terpaksa lari dari Trangkil dan tinggal di Deli karena berseteru dengan mandor Pabrik Gula Belanda. Kemudian ada juga kisah neneknya Mbah Surip yang diculik saat usia 14 tahun dan di bawa ke Deli untuk menjadi pekerja kebon.
Baca Juga:
[br] Ada juga kisah ayahnya Ngadimun yang bergabung dengan pasukan Djamin Ginting dan Bejo menderita sakit paru-paru parah karena terlalu lama di hutan saat agresi Belanda I dan II. Itu membuat Supandi dibesarkan oleh kakek dan neneknya yang sehari-hari bekerja sebagai pekerja kebon. “Saya kalau menceritakan ini kembali tertahan di sini (sambil menunjukkan lehernya dan menahan air mata), sulit karena cukup sedih. Tetapi, karena penulisnya mengatakan ini tidak hanya bisa menjadi biografi tetapi juga sebuah buku dan menjadi warisan untuk generasi kita, saya semangat,†kata Supandi.
Dia juga mengatakan bangga Provinsi Sumut dipimpin Gubernur Edy Rahmayadi dan berharap tanah kelahirannya bisa lebih maju di tangan mantan Pangkostrad tersebut. “Saya bangga Sumut dipimpin Pak Edy Rahmayadi, tolong majukan kampung halaman saya,†kata Supandi, sambil meneteskan air mata.
Menurut keterangan penulis buku Bocah Kebon dari Deli, Irawan Santoso buku ini ditulis dengan gaya novel dan bahasa yang ringan sehingga tidak membuat bosan pembacanya walau terdiri dari 438 halaman. Banyak kisah-kisah yang humanis, heroik dan menunjukkan bagaimana kuasa Allah bekerja. “Bayangkan, Pak Supandi bisa membawa kakek neneknya kembali ke kampung halaman mereka setelah tidak pulang selama 50-an tahun. Pak Supandi bisa menelisik kembali silsilah keluarganya yang sempat terputus bahkan mempertemukan orang-orang yang menyangka nenek dan kakeknya sudah tidak ada lagi. Ini kisah yang sangat mengharukan apalagi kita tahu beliau adalah keturunan dari pasukan elit Diponegoro,†kata Irawan.
Baca Juga : Tingkatkan Minat Baca Masyarakat Sumut, GPMB Diharapkan Terbentuk di Seluruh Kabupaten/Kota
Turut hadir pada acara bedah buku tersebut Rektor Undip Yos Yohan Utama, Mantan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan dosen serta guru-guru Supandi. Hadir juga jajaran Mahkamah Agung dan juga beberapa perwakilan Pengadilan Tinggi se-Indonesia. (BS09)
Menaker Yassierli meminta BPVP mengukur keberhasilan pelatihan vokasi berdasarkan jumlah alumni yang terserap di dunia kerja.
Ekonomi
beritasumut.com Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Sonny Irawan memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolda S
Peristiwa
beritasumut.com Personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Medan bersama Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumatera Utara
Peristiwa
beritasumut.com HiLo melakukan olahraga bersama para komunitas lari di Kota Medan, yang sekaligus melaunching Hilo AM dan PM Protein di Nut
Olahraga
beritasumut.com PSMS Medan harus menelan kekecewaan setelah gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Semen Padang pada lanjutan Pega
Olahraga
beritasumut.com Ketua Umum (Ketum) Komnas Perlindungan Anak, Agustinus Sirait, S.E ziarah ke makam bayi berusia 8 bulan yang meninggal duni
Peristiwa
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus menunjukkan kepeduliannya melalui aksi sosial dan kem
Peristiwa
beritasumut.com PSMS Medan kembali menghadapi ujian dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027. Ayam Kinantan dijadwalkan melakoni per
Olahraga
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat sinergi dan koordinasi lintas lembaga guna
Ekonomi
beritasumut.com Polisi menembak dua pencuri spesialis sepeda motor karena berusaha melakukan perlawanan di Jalan MedanBinjai, Desa Sei Sem
Peristiwa