Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Rumah Belajar Sianjur Mulamula merayakan Hari Jadi yang ke-3 sekaligus meresmikan 6 Cabang Rumah Belajar di Kecamatan Sianjur Mulamula yang digelar di Lumban Sosor Desa Sarimarrihit, Kecamatan Sianjur Mulamula, pertengahan pekan kemarin.Ke-6 cabang Rumah Belajar yang diresmikan adalah Rumah Belajar Sarimarrihit, Aek Sipitu Dai, Habeahan Naburahan, Sikkam, Siboro dan Sosor Nangka.
Wakil Bupati Samosir Ir Juang Sinaga bersama Direktur Pemasaran Badan Otorita Danau Toba (BODT) Ir Basar Simanjuntak, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Gallis AS, Raja Bius Sipitu Tali Kenegerian Limbong, Musisi asal Jepang Atuchi Subouchi sangat mengapresiasi kegiatan ini.
Pendiri Rumah Belajar Sianjur Mulamula Nagoes Puratus Sinaga menyampaikan Rumah belajar Sianjur Mulamula pertama kali didirikan pada Tahun 2015 di Desa Hutabalian, kemudian pada tahun 2017 dibuka cabang di Huta Gurgur. "Pada kesempatan ini diresmikan lagi 6 cabang Rumah Belajar sehingga di Kecamatan Sianjur Mulamula ada 8 Rumah Belajar," ujar Sinaga dilansir dari laman samosirkab.go.id, Minggu (28/10/2018).
Pencapaian ini, kata Sinaga, tidak terlepas dari sumbangan dan dukungan dari pemerintah, masyarakat dan donatur. Program kedepan Rumah Belajar Sianjur Mulamula akan membuka kebun pewarna alami untuk ulos, Kebun pulungan ni ubat dan Bank Sampah. "Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama dan bantuan dari berbagai pihak terutama untuk lahan seluas 5 Hektar agar kelak semua program bisa berjalan dengan susai apa yang direncanakan," jelas Sinaga seraya mengajak warga yang punya buku bisa disumbangkan ke Rumah Belajar untuk menambah wawasan para anak didik dalam belajar.
Direktur Pemasaran BODT Ir Basar Simanjuntak merasa bangga atas dibukanya 6 cabang Rumah Belajar Sianjur Mulamula. BODT, lanjut Basar, bersedia mengucurkan dana 10 Juta per bulan selama 6 bulan dengan catatan Rumah Belajar Sianjur Mulamula akan menggelar tradisi budaya atau teater minimal satu penampilan setiap minggunya sebagai suguhan kepada para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Samosir.
Sementara itu, Wabup Samosir Ir Juang Sinaga mengatakan, pihaknya sangat serius dalam pelestarian budaya Batak sebagai kearifan lokal dan tradisi adat istiadat, dengan memasukkan pelajaran budaya dan bahasa Batak dalam kurikulum. "Budaya Batak merupakan suatu karya Tuhan yang memberikan tatanan adat istiadat, pemikiran dan sopan santun yang dirangkum dalam Dalihan Natolu. Pemkab Samosir berkomitmen mendukung Rumah Belajar ini, karena sangat positif bagi generasi muda sebagai upaya pelestarian budaya leluhur Orang Batak," papar Wabup seraya memberikan sumbangan sebesar Rp 3 juta. (BS09)
Tags
beritaTerkait
komentar