Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Gubernur Sumut Erry Nuradi mengaku bangga atas kehadiran Mendikbud Muhadjir Effendy menyaksikan penandatangan MOU mewujudkan pendidikan lalulintas (PLL) ke dalam mata pelajaran dengan muatan lokal pada pendidikan menengah dan pendidikan khusus di wilayah Provinsi Sumut ditengah kegiatan Mendikbud yang begitu padat. Dengan ditandatanganinya MOU tersebut, Sumut menjadi pelopor pendidikan lalulintas di Sekolah.
"Sebelumnya kita sangat berterima kasih karena hari ini Pak Mendikbud Muhadjir Effendy khusus datang menghadiri kegiatan kita ini. Untuk program yang ini Pak Menteri menggunakan muatan lokal Sumut sebagai Pionir. Mudah-mudahan ini terlaksana dengan baik. Semoga lalulintas Sumut semakin paten,"ujar Erry sambutannya di Aula Martabe Lantai II Kantor Gubsu Jalan P Diponegoro Medan Kamis (01/12/2016).
Dikatakan Erry, jika melihat data yang dilansir global status report on road safety yang dikeluarkan WHO, Indonesia berada diperingkat kelima tertinggi kecelakaan lalulintas setelah China, India, Nigeria, Brazil. Kondisi ini diperburuk lagi dengan data yang menjelaskan kalau dalam dua tahun terkahir ini kecelakaan lalulintas menjadi pembunuh ketiga setelah penyakit Jantung dan TBC. Bahkan Sumut merupakan peringkat keempat angka kecelakaan lalulintas tertinggi di Indonesia setelah Jatim, Jateng, Jawa Barat dengan rata-rata perhari menelan korban jiwa sebanyak 5 orang.
"Data ini menadi perhatian kita semua. Melihat hal itu sudah sepantasnyalah model pengintegrasian pendidikan lalulintas ke dalam mata pelajaran siswa SD dan tingkat menengah dilakukan. Harapan kita pelajar dapat mudah memahami mewujudkan etika dan budaya berlalulintas dan terciptanya budaya masyarakat yg berbudaya tertib berlalukintas. Sehingga dapat menekan angka laka lantas," harap Erry.
Dalam kesempatan itu Erry juga berharap seluruh Kepala Daerah (KDH) Kabupaten Kota se-Sumut mendukung MOU yang sudah ditandatangani Pemprovsu dan Poldasu untuk selanjutnya diterapkan di sekolah SD dan SMP didaerah masing-masing. Sedangkan untuk tingkat SMA karena menurut Erry pihaknya nanti akan menundang para guru dan diberikan pelatihan.
"Hari ini saya bersama Bapak Kapoldasu memohon dukungan apa yang menjadi kesepakatan dengan Poldasu untuk ditindaklanjuti," ujarnya.
Kapoldasu Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan setelah pnandatanganab MOU selanjutnya dimplementasikan berupa assessment personil Polri untuk menjadi tenaga pendidik (Gadik)/pelatih model pendidikan lalulintas (PLL) ke dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan (PPKn) disesuaikan dengan kearifan lokal di sumut. Selanjutnya melakukan sosialisasi dan simulasi model PLL ke dalam PPKn, diseminasi kepada guru PPkn, dan implementasi model ke dalam PPKN pada 01 Januari 2017.
"Nilai nilai yang ingin ditanamkan dalam PLL yakni kedisiplinan, ketertiban, tanggungjawab, keperdulian, saling mnghargai, toleransi, kepatuhan dan ketaatan. Mudah-mudahan dengan diterapkannya PLL ini Program decade of action (Doa) for road safety 2011-2020 dengan target mengurangi korban meninggal dunia ditempat 50 persen terwujud," ujarnya.
Selain penandatangan MOU dan berinteraksi dengan Kepala Daerah dan guru yang hadir di Aula Martabe, Gubernur Sumut Erry Nuradi didampingi Wakapoldasu, Kepala BNN Sumut dan Plt kadis Pendidikan Sumut melakukan telekompren dengan kepala Daerah (KDH) se Sumut dan Kapolresta. Dalam telekompren tersebut seluruh KDH dan Kapolresta mengaku siap mendukung dan menindaklanjuti kesepakatan yang telah di tandatangani Provinsi Sumut dengan Poldasu.(BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar