Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kasubdit Program Evaluasi Dir Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Dir PAUD dan Dikmas Kemenmdikbud Drs Pahala Simanjuntak MM selain menyampaikan kepada seluruh penggiat literasi bahwa perjuangan dan pengabdiannya telah membuka jalan bagi anak-anak memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasannya melalui berbagai aktifitas pembelajaran yang telah dilaksanakan.
Hal itu dikatakan Pahala saat pencanangan Gerakan Indonesia Membaca (GIM) di Kabupaten Deli Serdang, Jumat (7/10/2016). Acara ini sekaligus rangkaian GIM yang dilaksanakan tahun ini di 31 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Kabupaten Deli Serdang sendiri dipilih karena dua pertimbangan, yaitu di Deli Serdang telah tumbuh subur komunitas literasi, baik komunitas baca, komunitas menulis, komunitas seni dan taman bacaan masyarakat, kemudian Deli Serdang juga merupakan Kabupaten dengan persentase dan angka tuna aksara yang rendah yaitu 0,86 % (10.131 orang).
"Saat ini tercatat sebanyak 11 Provinsi yang persentase tuna aksaranya masih di atas rata-rata nasional (3,43%), dan 25 kabupaten memiliki penduduk tuna aksara di atas 50.000 orang, yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam program pendidikan keaksaraan. Oleh karena itu, upaya percepatan penurunan angka tuna aksara perlu diprioritaskan pada daerah-daerah atau kantong-kantong yang masih memiliki angka tuna aksara tinggi, misalnya Provinsi Papua yang memiliki angka tuna aksara sekitar 21,22%," terang Pahala.
"Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menghimbau kepada seluruh pemerintah daerah agar terus berupaya untuk mengimplementasikan GIM sebagai media menuju masyarakat gemar membaca dan pembelajar sepanjang hayat, yang didukung dengan 'Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marginal (GP3M)," sambung Pahala.
Inilah salah satu yang melatar belakangi lahirnya gerakan Indonesia membaca (GIM) sesuai dengan amanah undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003, bahwa prinsip penyelenggaraan pendidikan adalah dengan mengembangkan budaya membaca, menulis dan berhitung bagi segenap warga masyarakat.
"Ini merupakan strategi untuk mendorong masyarakat gemar untuk membaca dan menumbuhkan budaya membaca. Asumsinya dengan membaca masyarakat Indonesia akan mampu membuka cakrawala, memperluas wawasan, dan memahami dunia dengan lebih luas, sekaligus mengurangi angka buta aksara," pungkasnya. (BS05)
Tags
beritaTerkait
komentar