Rabu, 29 April 2026

Pembukaan PON XIX Bakal Dirangkai dengan Pelepasan Satwa Langka

Rabu, 07 September 2016 16:30 WIB
Pembukaan PON XIX Bakal Dirangkai dengan Pelepasan Satwa Langka
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XIX bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar, dan The Aspinall Foundation akan mengadakan kegiatan pelepasliaran satwa langka Surili.

Gubernur Jawa Barat selaku Ketua Umum PB PON XIX dan Peparnas XV Ahmad Heryawan dipastikan hadir untuk melepasliarkan maskot PON XIX ini. Pelepasliaran sepasang Surili (Lala dan Lili) dilaksanakan pada hari Rabu (07/09/2016) di kawasan hutan Situ Patengan, Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini merupakan salah satu kontribusi PB PON XIX dalam upaya melestarikan lingkungan hidup di Jawa Barat khususnya kepedulian terhadap keberlangsungan hidup Surili (Presbytis comata).

"Kami merasa bangga bisa terlibat langsung monsosialisasikan upaya pelestarian dan meningkatkan kepedulian masyarakat luas terhadap Surili sebagai satwa liar yang menjadi prioritas konservasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI," ungkap Dr Hening Widiatmoko, Ketua Bidang Pemasaran, dan Dana Usaha PB PON XIX.

Untuk menyukseskan pelepasliaran Surili, pihaknya telah menggandeng The Aspinall Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang peduli dengan pelestarian satwa langka dan terancam punah.

"Kami berharap rakyat Indonesia khususnya masyarakat Jawa Barat, turut memperhatikan dan melindungi habitat dan Surili. Jika ada yang melihat di pasaran, Surili diperjualbelikan, laporkan kepada pihak-pihak terkait," ungkap Dr Hening Widiatmoko.

Direktur Eksekutif The Aspinall Foundation, Made Wedana, menyambut baik keterlibatan PB PON XIX 2016 dalam usaha menjaga kelestarian Surili.

"Dengan kegiatan ini diharapkan semua pihak dan masyarakat di Jawa Barat akan mengenal dan nantinya akan turut menjaga kelestarian satwa endemik jawa barat ini agar tidak punah dari hutan di Jawa barat," kata Made Wedana.

Menurut Made Wedana, jika kita sudah mengenal baik primata khas Jawa Barat ini, kita tidak akan membeli atau melakukan perburuan. Dia pun mengajak agar warga Jawa Barat terlibat langsung dalam upaya-upaya pelestarian satwa langka Surili.

Mari kita bergandeng tangan menyelamatkan lingkungan hidup. Jangan biarkan surili jadi kenangan, jadikan Surili pengiring peradaban manusia sampai akhir zaman.(rel)

Tags
beritaTerkait
Harimau Sumatera Korban Konflik Berhasil Dievakuasi Tim BKSDA Jambi
Polda Sumut Amankan Sindikat Penjual Satwa Langka di Jalan Yos Sudarso Medan
Jual Satwa Dilindungi via Facebook, Arbain Dicokok Polisi di Hamparan Perak
Jaksa Tuntut Penjual Kulit dan Organ Tubuh Harimau Sumatera Tiga Tahun Penjara
Jerat Tambahan untuk Pedagang Ilegal Satwa Liar Dilindungi
Ada di Langkat, Hewan Buas Dijadikan Peliharaan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker