Minggu, 07 Desember 2025

Bakteri Kuat jadi Ancaman, Peran Jurnalis Diharapkan Mengedukasi Soal Resistensi Antimikroba

Sabtu, 28 Juni 2025 12:00 WIB
Bakteri Kuat jadi Ancaman, Peran Jurnalis Diharapkan Mengedukasi Soal Resistensi Antimikroba
Beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Dari sisi lingkungan, pelatihan juga membahas surveilans air limbah yang menunjukkan keberadaan bakteri resisten seperti ESBL-producing E. coli dan CRPA.

Peneliti menemukan strain bakteri yang sama pada sampel klinis dan air sungai di sekitar rumah sakit, mengindikasikan transmisi dari fasilitas kesehatan ke lingkungan.

Baca Juga:

Jangan Sembarangan Pakai Antibiotik

Tingkat pengetahuan masyarakat secara global terhadap dampak negatif penggunaan antibiotik yang tidak tepat merupakan salah satu persoalan yang akan mengancam kelangsungan hidup manusia.

Baca Juga:

Sebab, penggunaan antibiotik secara sembarangan akan memicu resistensi atau kekebalan bakteri terhadap antibiotik.

"Ketika bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik, maka kedepannya bakteri ini akan menjadi kebal dan tidak akan mati oleh antibiotik. Ini adalah ancaman nyata dalam dunia kesehatan," kata dr Harry Parathon saat berbicara pada "Seminar Jurnalisme Sains untuk Mitigasi Resistensi Antimikroba" yang digelar oleh AJI Medan belum lama ini di Hotel Four Points, Medan.

Dijelaskannya, penggunaan antibiotik memiliki tujuan untuk membunuh bakteri yang berpotensi menginfeksi tubuh makhluk hidup baik hewan maupun manusia. Akan tetapi, tidak semua penyakit membutuhkan antibiotik dalam penyembuhannya.

"Tidak semua penanganan medis ataupun penyembuhan penyakit harus menggunakan antibiotik. Dan jika harus menggunakannya, maka dokter yang meresepkannya sesuai takaran agar tepat sasaran," ujarnya.

Akan tetapi, tingkat pengetahuan di masyarakat terkait penggunaan antibiotik yang rendah, membuat antibiotik sering digunakan tanpa resep dari dokter. Hal ini membuat antibiotik tersebut memicu resistensi atau kekebalan bakteri terhadap anti biotik.

"Dari hasil penelitian di Indonesia, tingkat penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan kebutuhan masih sangat tinggi. Termasuk pada penyakit yang seharusnya tidak membutuhkan antibiotik. Ini yang perlu keterlibatan dari semua pihak untuk menyadarkan masyarakat, bahwa jika bakteri menjadi kebal, maka penyakit-penyakit infeksi akan sulit disembuhkan dan bisa berakibat pada kematian," pungkasnya.

Tags
beritaTerkait
Jamrud Sukses Pukau Pengunjung Suara Loka Festival di Medan
Resmi Jadi Direktur RS Haji Medan, Sri Suriani Komit Hadirkan Pelayanan Kesehatan Berlandaskan Islam
Anggaran Kemenhub Dipangkas, Damri Harap Angkutan Perintis Tak Terdampak
Purnatugas Dirut RS Haji Medan, Pemprov Sumut Harapkan Rehulina Ginting Tetap Berkontribusi di Bidang Kesehatan
Sekdaprov Sumut Tekankan 2025 Layanan RS Haji Harus Lebih Baik
Hadapi Wabah HMVP, RS Haji Siapkan 7 Tempat Tidur Kamar Isolasi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker