Jumat, 16 Januari 2026

Dinas Kesehatan Sebut Belum Ada Temuan Subvarian Omicron XBB di Sumut

Minggu, 23 Oktober 2022 20:00 WIB
 Dinas Kesehatan Sebut Belum Ada Temuan Subvarian Omicron XBB di Sumut
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menyatakan bahwasanya kasus Covid-19 subvarian Omicron XBB telah terdeteksi di wilayah Indonesia.

Namun begitu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) drg Ismail Lubis menyatakan, jika saat ini kasusnya di Sumut belum ditemukan.

"Belum ada. Semoga tidak ada yang terpapar ya," katanya kepada wartawan, Minggu (23/10/2022).

Lebih lanjut, Ismail mengatakan, pihaknya kini telah mengeluarkan surat kewaspadaan ke kabupaten/kota, untuk memperkuat kembali protokol kesehatan (prokes).

"Masyarakat diminta waspada dan memperkuat protokol kesehatan, terutama memakai masker," ujarnya.

Ismail menjelaskan, selain itu pihaknya bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan intansi terkait juga sudah meningkatkan pengawasan kedatangan WNI dan WNA di pintu-pintu masuk negara.

"Masyarakat diharapkan lengkapi vaksinasi dosis satu, dosis dua dan booster. Segera ke petugas kesehatan jika ada gejala," harapnya.

Seperti diketahui, subvarian Covid-19 Omicron XBB telah terdeteksi di Indonesia. Sebelumnya, subvarian XBB ini telah menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tajam di Singapura, diiringi dengan peningkatan tren perawatan di rumah sakit.

”Peningkatan kasus gelombang XBB di Singapura berlangsung cepat dan sudah mencapai 0,79 kali gelombang BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2,” kata Juru Bicara Covid-19 Kemenkes dr Mohammad Syahril SpP MPH.

Dia menjelaskan, sejak pertama kali ditemukan, sebanyak 24 negara melaporkan temuan Omicron XBB termasuk Indonesia. Kasus pertama XBB di Indonesia merupakan transmisi lokal, terdeteksi pada seorang perempuan, berusia 29 tahun yang baru saja kembali dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

”Ada gejala seperti batuk, pilek dan demam. Ia kemudian melakukan pemeriksaan dan dinyatakan positif pada 26 September. Setelah menjalani isolasi, pasien telah dinyatakan sembuh pada 3 Oktober,” jelasnya.

[br] Menyusul temuan ini, Kemenkes bergegas melakukan upaya antisipatif dengan melakukan testing dan tracing terhadap 10 kontak erat. Hasilnya, seluruh kontak erat dinyatakan negatif Covid-19 XBB.

Syahril mengatakan meski varian baru XBB cepat menular, namun fatalitasnya tidak lebih parah dari varian Omicron. Kendati demikian, dia menuturkan, negara belum bisa dikatakan aman dari pandemi Covid-19, sebab berbagai mutasi varian baru masih berpotensi terus terjadi dan dalam tujuh hari terakhir juga dilaporkan terjadi kenaikan kasus di 24 provinsi.

Oleh karena itu, dia meminta masyarakat mengedepankan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menghindari kerumunan dan mencuci tangan pakai masker, dan melakukan testing apabila mengalami tanda dan gejala Covid-19. Selain itu juga menyegerakan vaksinasi Covid-19 untuk meningkatkan proteksi terhadap Covid-19.

”Segera lakukan booster bagi yang belum, untuk mengurangi kesakitan dan kematian akibat Covid-19,” tegasnya.(BS04)

Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
Covid-19 Omicron XXB, Sepuluh Kasus Sudah Ditemukan di Sumut
Omicron Subvarian XBB Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Waspada
Kadin Indonesia Gelar Vaksinasi Booster Capai 1.000 Dosis
1 Unit Bus Disediakan Polsek Medan Baru untuk Bawa Warga dan Lansia Ikut Vaksinasi Covid-19
Di Komplek Tasbih Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda Ajak Warga Terapkan Prokes
Kapolda Sumut Tinjau Vaksinasi Massal di Komplek Tasbih Medan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker