Minggu, 26 April 2026

Pertolongan Cepat Orang Kehilangan Kesadaran, SDM RS Pirngadi Dilatih BHD

Rabu, 16 Maret 2022 10:00 WIB
Pertolongan Cepat Orang Kehilangan Kesadaran, SDM RS Pirngadi Dilatih BHD
beritasumut.com/BS04
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan menggelar Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap seluruh sumber daya manusia (SDM) di lingkungannya. Pelatihan ini dilangsungkan selama tiga hari sejak tanggal 14-16 di ruang rapat II rumah sakit milik Pemko Medan tersebut.

Plh Wadir SDM dan Pendidikan RSUD dr Pirngadi, dr Rudi Mahruzar Lubis, SpPD, FINASIM, MKM mengatakan, tujuan pelatihan ini agar semua orang yang terlibat di rumah sakit dapat melakukanpertolongan cepat bagi orang yang kehilangan kesadaran atau pingsan.

"Pelatihan BHD ini juga untuk penatalaksanaandalam menolong orang yang tidak sadar untuk menghindari kerusakan otak atau kematian. Sehingga orang yang bisa melakukan tindakan ini adalah yang sudah terlatih," ungkapnya, Selasa (15/03/2022).

Dia menyebutkan, adapun peserta pelatihan diwakili hampir seluruh unit yang ada dirumah sakit, sehingga bukan hanya diikuti oleh perawat namun juga security, cleaning service, farmasi, radiologi, patologi klinik dan lainnya.

"Harapannya semua mengetahui untuk pengelolaan atau manajemen BHD ini. Karena kita tidak tau orang yang pingsan ditemukan oleh siapa. Jadi siapapun sudah bisa melakukan pertolongan karena sudah dilatih," jelasnya.

Selaku narasumber dr Ade Fitriani Siregar, SpAn yang merupakan dokter spesialis anestesi di SMFAnestesi dan terapi intensif RSUD dr Pirngadi menerangkan pelatihan ini sangat penting dilakukan buat siapa saja apalagi yang terlibat di rumah sakit.

"BHD harus dikerjakan pada pasien yang tidak sadar, misalnya ada yang pingsan atau jatuh ditempat umum. Oleh karena itu BHD ini sebenarnya bukan dikhususkan untuk tenaga kesehatan saja, namun semua orang harus tau agar dapat menangani orang yang tiba tiba tidak sadar," terangnya.

Dia menuturkan, hal fatal jika pasien tidak sadar dan terlambat mendapat penanganan misalnya dalam tempo tiga sampai empatmenit pasien tidak mendapatkanoksigen, maka otaknya akan rusak untuk selamanya. "Jadi penanganan yang cepat pada pasien pingsan itu akan menentukankeberhasilannya," tegasnya.(BS04)

Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
RS Pirngadi Tingkatkan Kompetensi SDM melalui Workshop Bantuan Hidup Dasar
komentar
beritaTerbaru
hit tracker