Kamis, 30 April 2026

Cegah Omicron, IDI Sumut Minta Perketat Pintu Masuk Negara

Jumat, 10 Desember 2021 10:00 WIB
Cegah Omicron, IDI Sumut Minta Perketat Pintu Masuk Negara
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumatera Utara (Sumut) meminta kepada pemerintah untuk serius menjaga secara ketat seluruh pintu masuk negara untuk mencegah masuknya varian Covid-19 Omicron ke tanah air, khususnya di Provinsi Sumut.

Bahkan, Ketua IDI Sumut dr Ramlan Sitompul SpTHT-KL (K) menegaskan, penjagaan ini merupakan harga mati, sehingga harus dapat diantisipasi dengan tindakan-tindakan yang profesional.

"Dalam situasi pandemi Covid-19 itu merupakan harga mati untuk kita jaga seluruh pintu masuk negara. Seluruh pintu masuk wajib kita jaga dengan menggunakan tindakan yang profesional, baik terhadap orang, alat angkut dan barang-barang," ungkapnya kepada wartawan, Kamis (09/12/2021).

Memang, Ramlan mengakui, sejauh ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pemerintah telah melaksanakannya dengan baik. Salah satunya adalah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang selama ini sudah dilaksanakan.

Hanya saja, sambung dia, terkait Omicron ini, penjagaan tidak hanya dilakukan di pintu masuk formal saja, sebab Provinsi Sumut diketahui banyak memiliki pelabuhan-pelabuhan atau jalur tikus yang dikhawatirkan bisa saja membawa masuk virus tersebut.

"Jadi kita harapkan (agar) dijaga dengan baik. Jangan sampai kita kecolongan disitu, pintu masuk formal aman tapi yang jalan tikus bagaimana?. Tapi mudah-mudahan dari diskusi kita kemarin-kemarin, itu sudah menjadi perhatian (pemerintah)," pungkasnya.

[br] Sebelumnya, terkait antisipasi Omicron, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku sudah menelpon Pemerintah Kota Tanjungbalai dan Pemerintah Kabupaten Batubara untuk mengantisipasi masuknya virus Corona Omicron. Sebab, katanya, pihaknya membaca berita bahwa Omicron sudah ada di Malaysia.

"Indikasi (Omicron) di Sumatera Utara tidak ada, Indonesia tidak ada. Hanya ada berita hari ini ada di Malaysia, karena dia pulang dari Afrika. Ini yang harus kita waspadai, karena kita berseberangan langsung dengan Malaysia. Saya udah telepon itu untuk Tanjungbalai, Batubara, itu hilir mudik rakyat kita melalui laut, tapi ini kita semua antisipasi," tandasnya, usai menghadiri Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumut 2021-2024, Minggu (5/12) kemarin.

Terpisah, berdasarkan data milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pertanggal 9 Desember 2021, Provinsi Sumut disebutkan kembali menambah tiga kasus konfirmasi positif baru, sehingga totalnya menjadi 106.071 orang. Sedangkan kasus sembuh bertambah lima orang menjadi 103.086 kasus.

Kemudian untuk kasus kematian, total kasusnya masih tetap bertahan di angka 2.889 orang. Oleh karena itu, berdasarkan data tersebut maka saat ini kasus aktif Covid-19 Sumut tinggal menyisakan 96 orang.(BS04)

Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis
Sarana Air Bersih dan 1.577 Tabung Bright Gas Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya
Akses Jalan Terbatas, BPH Migas Jamin Pasokan BBM Jangkau Wilayah Terdampak Bencana Aceh
BPH Migas Dukung Optimalisasi Penyaluran BBM untuk Nelayan di Nias Utara
Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan
Bank Sumut Siap Fasilitasi Kredit Program Perumahan di Sumut, Targetkan Proses Hanya Tiga Hari
komentar
beritaTerbaru
hit tracker