Jumat, 24 April 2026

Dirjen Yankes : RSUPHAM Harus Jadi Pusat Rujukan Regional

Kamis, 25 November 2021 09:00 WIB
Dirjen Yankes : RSUPHAM Harus Jadi Pusat Rujukan Regional
beritasumut.com/BS04
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kemenkes RI Prof dr Abdul Kadir, Ph.D Sp.THT-KL (K), MARS melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kota Medan, Rabu (24/11/2021).

Dalam agendanya tersebut, Kaidir menyempatkan diri meninjau sejumlah unit pelayanan yang ada di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUPHAM).

Kedatangan Kadir, disambut langsung oleh Direktur Utama RSUPHAM dr Zainal Safri, SpPD-KKV, SpJP (K) beserta seluruh manajemen rumah sakit Kelas A ini. Selanjutnya, dia mengecek langsung unit pelayanan yang ada, anatara lain Radioterapi, Radiologi, Ruang Isolasi Tekanan Negatif Rindu A2 dan Instalasi Gawat Darurat.

Dalam kesempatan ini, Kadir juga menyampaikan arahan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kepada manajemen RSUPHAM terkait transformasi kesehatan yang menjadi salah satu program Menkes dalam memperbaiki wajah sektor kesehatan di Indonesia.

"Untuk itu, Rumah sakit Adam Malik harus menjadi pusat rujukan regional. Indikatornya adalah kalau sudah ada pasien dari Penang masuk ke Adam Malik, bukan sebaliknya," jelasnya.

Selain itu, dia juga menghimbau tentang peningkatan riset di bidang kesehatan dan kewajiban mengampu rumah sakit jejaring. Tak hanya itu, Kadir juga menyempatkan diri untuk berdiskusi tanya jawab dengan para tenaga kesehatan yang hadir di aula lantai III Gedung Administrasi rumah sakit ini.

Di waktu berbeda, Kadir juga menyempatkan diri meninjau penanganan stunting di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan. Monev ini, diikuti Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, dr Suryadi Panjaitan, Sp.PD dan jajarannya.

Dia menjelaskan, bahwa jumlah stunting di Indonesia sejauh ini masih tinggi yakni sekitar 28 persen dari usia balita. Kadir menyebutkan, kasus stunting ini paling banyak di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jawa barat, Sulawesi Barat, sedangkan di Kota Medan justru sebutnya kasusnya cukup bagus.

"Kalau di Medan justru kasusnya cukup bagus tidak tinggi seperti daerah lain. Stunting ini kan ada kaitannya juga dari kemampuan (ekonomi) masyarakatnya," ucapnya.

[br] Kadir menuturkan, penyebab terbesar hadirnya kasus stunting juga berkaitan dengan faktor pendidikan masyarakat dan pengetahuan orang tua. Misalnya terkait pemberian gizi di samping faktor penyakit.

Dia menambahkan, dampak anak stunting ini bukan hanya tubuhnya yang pendek tetapi sel-sel otaknya juga kecil sehingga intelejensinya rendah. Oleh karena itu dia menuturkan, pemerintah harus memberikan perhatian yang lebih agar anak anak tidak menjadi beban masyarakat ke depannya.

"Harapan kita terhadap Rumah Sakit Pirngadi ini siap jika terdapat kasus stunting dan harus dirawat di rumah sakit ini," tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Suryadi mengaku siap memberikan pelayanan terbaik buat pasien stunting. Dia membeberkan bahwa saat ini sedang merawat seorang balita penderita stunting asal Medan.

"Kita telah memberikan nutrisi dan tindakan pelayanan kesehatan lainnya agar tumbuh kembangnya dapat membaik," pungkasnya.(BS04)

Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
RS Adam Malik Siagakan Pelayanan Kesehatan Selama Libur Lebaran 2025
Transplantasi Solusi Terbaik Penyakit Ginjal Kronis
Dokter dan Perawat RS Adam Malik Peringati Hari Kanker Anak Bersama Pasien
RS Adam Malik Raih 4 Penghargaan dari Kemenkes RI untuk Kinerja 2024
Pj Gubernur Sumut Harapkan Pusat Onkologi RSUPHAM Akan Bantu Tingkatkan Layanan Penyembuhan Kanker
Walikota Medan Dampingi Wamenkes Groundbreaking Oncology Center Building Adam Malik Hospital
komentar
beritaTerbaru
hit tracker