Senin, 20 April 2026

2.000 Babinsa, Babinpotmar dan Babinpotdirga Wilayah Sumatera dan Kalimantan Dilatih Jadi Tracer Covid-19

Rabu, 04 Agustus 2021 18:00 WIB
2.000  Babinsa, Babinpotmar dan Babinpotdirga Wilayah Sumatera dan Kalimantan Dilatih Jadi Tracer Covid-19
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - TNI bekerjasama dengan Kemenkes RI, Polri dan BNPB melaksanakan pelatihan Tenaga Tracer Covid-19 yang diikuti 2.000 personel dari Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD, Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) TNI AL, dan Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) TNI AU, di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Pelatihan Tenaga Tracer Covid-19 yang digelar secara virtual tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Pusat Pelatihan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Dra Hj Oos Fatimah Rosyati MKes.

Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI Dr dr Tugas Ratmono SpS MARS MH, saat memberikan pengarahan di Mabes TNI, Rabu (04/08/2021) menjelaskan bahwa pelatihan Tenaga Tracer Covid-19 merupakan tindaklanjut dari Instruksi Presiden RI Joko Widodo untuk mempercepat pengendalian pandemi Covid-19 di Tanah Air melalui penguatan 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak).

Baca Juga:

Baca Juga : Panglima TNI Pastikan Kesiapan Tenaga Tracer Covid-19 di Yogyakarta

Menurut Kapuskes TNI salah satu strategi dalam mempercepat penanggulangan Covid-19 di Indonesia adalah penguatan testing, tracing, treatment dan jangkauan vaksinasi Covid-19 sehingga dapat lebih dini menemukan kasus dan melakukan penatalaksanaan secara cepat dan tepat. “Pelacakan kontak (contact tracing) adalah proses untuk mengidentifikasi, menilai dan mengelola orang-orang yang berkontak erat dengan kasus konfirmasi/probable untuk mencegah penularan selanjutnya,” ungkapnya.

Baca Juga:

[br] “Pelacakan kontak erat ini penting karena kasus konfirmasi dapat menularkan penyakit sejak dua hari sebelum hingga 14 hari sesudah timbulnya gejala. Pelacakan kontak erat yang baik menjadi kunci utama dalam memutus rantai transmisi Covid-19,” terangnya.

Kapuskes TNI menjelaskan bahwa elemen utama pada implementasi pelacakan kontak adalah pelibatan dan dukungan masyarakat, perencanaan yang matang dengan mempertimbangkan situasi wilayah, masyarakat dan budaya, dukungan logistik, pelatihan dan supervisi, serta sistem manajemen data pelacakan kontak. “Pelibatan masyarakat juga sangat penting untuk memastikan tidak adanya stigma yang muncul pada orang-orang yang masuk kategori kontak erat. Komunikasi yang baik dan jelas serta kedekatan baik secara sosial maupun budaya dapat mempermudah pelacakan kontak,” ujarnya.

Pelatihan Tenaga Tracer yang dilakukan TNI selama dua hari terhitung mulai tanggal 4 hingga 5 Agustus 2021 adalah salah satu upaya yang sedang dilaksanakan oleh TNI, Polri, Kemenkes RI dan BNPB untuk menekan laju penambahan kasus positif melalui upaya menemukan kasus konfirmasi kemudian segera ditangani, sehingga menghindari terjadinya penularan yang lebih luas.

Baca Juga : Panglima TNI Berikan Bantuan Laptop Untuk Tenaga Tracer Covid-19 Di Jawa Timur

Beberapa materi yang dilatihkan antara lain konsep dasar pelacakan kontak, isolasi dan karantina, alur koordinasi pelacakan kontak, Aplikasi Silacak dan InaRisk dan pencatatan serta pelaporan tracing. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Ratusan Peterjun Kostrad Hiasi Langit Kota Timah Babel
Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara
Ketua KADIN dan Walubi Medan Meriahkan HUT ke-80 TNI di Lapangan Merdeka
Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Jatuhkan Vonis Dalam Kasus Korupsi Koneksitas TWP AD
Pemko Medan Ikuti Pembukaan Bazar Murah Ramadan Oleh Panglima TNI
Dorong Semangat Baru di Tubuh TNI, 6 Jabatan Strategis Diserahterimakan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker