Kamis, 04 Juni 2026

Prof Wiku Sebut Penerapan PPKM Mikro Berdampak Penanganan Yang Tepat Sasaran

Kamis, 11 Maret 2021 19:00 WIB
Prof Wiku Sebut Penerapan PPKM Mikro Berdampak Penanganan Yang Tepat Sasaran
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan PPKM Mikro terbuka untuk diterapkan di provinsi lain yang bukan menjadi provinsi prioritas penanganan Covid-19. Pada perpanjangan PPKM Mikro tahap 3, saat ini telah menyertakan 3 provinsi diluar pulau Jawa - Bali, yakni Sumatera Utara, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

"Melalui penerapan PPKM mikro, penanganan Covid-19 dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran. Sehingga banyak masyarakat yang diselamatkan pada provinsi yang melaksanakan PPKM, maupun secara nasional," sebut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, dilansir dari Covid19.go.id, Kamis (11/03/2021).

Untuk itu dia mengajak masyarakat untuk mempelajari perkembangan pada 13 provinsi prioritas, yang menerapkan PPKM Mikro dan tidak menerapkannya. Secara umum, dari pengamatan sejak 24 Februari hingga 7 Maret 2021, DKI Jakarta, Jawa Timur, Bali dan Sumatera Barat menunjukkan penurunan yang konsisten selama 4 minggu terakhir.

Baca Juga:

"Untuk Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Riau, dan Kalimantan Timur sempat menunjukkan kenaikan kasus aktif pada minggu-minggu kedua pengamatan. Tetapi terus menurun hingga minggu keempat pengamatan atau minggu pertama bulan Maret 2021. Melihat perkembangan 10 dari 13 provinsi prioritas menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih baik. Karena mengalami penurunan pada 2 minggu terakhir. Kesepuluh provinsi ini menerapkan PPKM dan PPKM mikro," tutur Prof Wiku.

Dan sebaliknya, terdapat 3 provinsi yang menunjukkan perkembagan kurang baik yaitu Kalimantan Selatan, Papua dan Aceh karena menunjukkan peningkatan kasus aktif yang signifikan pada 4 minggu pengamatan. Ketiga provinsi ini tidak menerapkan PPKM dan PPKM Mikro. "Hal ini menunjukkan bahwa intervensi kebijakan yang diterapkan memberikan dampak yang cukup baik dalam perkembangan kasus di wilayah tersebut. Salah satunya perkembangan kasus aktif," imbuh Wiku.

Baca Juga:

Hal penting untuk diketahui, dampak dari kebijakan intevensi, dipengaruhi oleh karakteristik wilayah pelaksanaannya. Sehingga dampak kebijakan bisa jadi bervariasi pada masing-masing wilayah. Untuk itu, dia berharap, dengan menerapkan PPKM dan PPKM Mikro penanganan pandemi dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.

Kebijakan tersebut dapat diterapkan pada daerah lain di luar Pulau Jawa - Bali ataupun provinsi yang telah ditetapkan sebagai prioritas penanganan. "Tentunya penerapan intervensi kebijakan ini bertujuan agar penekanan kasus tidak hanya terjadi pada beberapa provinsi saja, namun juga kepada provinsi yang membutuhkan, terutama yang masih menunjukkan peningkatan kasus, terutama kasus aktif," pungkas Prof Wiku. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut
Singapura-Malaysia Laporkan Peningkatan Covid-19, Dinkes Sumut Ajak Kembali Jaga Prokes
Pandemi Belum Dicabut, Masyarakat Sudah Acuh
Pemprov Sumut Raih Penghargaan Penanganan Covid-19 Terbaik Ke-2 Wilayah Sumatera
Presiden Jokowi Beri Penghargaan Atas Kontribusi Dalam Penanganan Pandemi COVID-19
Sumut Masuk Finalis PPKM Award, Metode Penanganan Covid-19 Jadi Blue Print di Masa Mendatang
komentar
beritaTerbaru
hit tracker