Jumat, 26 Juni 2026

Dinkes Sebut Sarana Prasarana Pelayanan Kesehatan di Sumut Mengalami Peningkatan

Minggu, 12 November 2017 16:30 WIB
Dinkes Sebut Sarana Prasarana Pelayanan Kesehatan di Sumut Mengalami Peningkatan
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyebutkan, saat ini telah terjadi peningkatan yang cukup baik pada sarana prasarana pelayanan kesehatan di Sumut. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama kepada wartawan, Minggu (12/11/2017)
 
Disebutkan Agustama, dari target 120 puskesmas terakreditasi di tahun 2017, hingga akhir Oktober, sudah terdapat sebanyak 109 puskesmas yang mendapatkan sertifikat itu. “Pencapaian ini cukup baik dibandingkan tahun 2016 lalu. Dimana dari target 54 puskesmas terakreditasi, hanya 20 puskesmas yang mendapatkan sertifikat,” ujarnya.
 
Agustama menuturkan, ada tiga komponen penting dalam pencegahan penyakit, yakni kualitas lingkungan, sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta perilaku keluarga. Namun dari tiga komponen ini, ucap dia, perilaku keluarga lah yang memiliki dampak paling besar dalam pembentukan perilaku sehat individu masyarakat. “Keluarga merupakan pengalaman pertama bagi anak-anak. Pendidikan di lingkungan keluarga dapat menjamin kehidupan emosional anak untuk tumbuh kembang,” katanya.
 
Untuk itu, sambung Agustama, perlu membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di keluarga. Karenanya, di tahun 2017 pemerintah gencar-gencarnya mensosialisasikan program gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), yaitu hidup sehat dengan berolahraga minimal 30 menit sehari, makan sehat, serta tidak merokok. “Program ini tidak hanya dijalankan Dinkes, banyak departemen yang dilibatkan dalam program yang dicanangkan langsung presiden Jokowi ini. Diharapkan kerjasama lintas sektor dan lintas program ini dapat mewujudkan masyarakat berperilaku hidup sehat dan membentuk bangsa Indonesia yang kuat,” terangnya.
 
Dalam mewujudkan masyarakat sehat ada 12 indikator yang harus dicapai, kata Agustama. Terkait gizi dan kesehatan ibu dan anak, ujar dia, ada lima indikator. Pertama keluarga mengikuti KB, kedua Ibu bersalin di Faskes, ketiga bayi mendapatkan imunisasi dasar lengkap, keempat bayi diberi ASI Eksklusif selama 6 bulan dan kelima pertumbuhan balita dipantau setiap bulannya. “Kemudian terkait pengendalian penyakit menular dan penyakit tidak menular kita terus berupaya agar penderita TB Paru berobat sesuai standar, penderita hipertensi berobat secara teratur dan penderita gangguan jiwa berat diobati dan tidak ditelantarkan,” jelasnya.
 
"Untuk indikator ini, Dinkes mengupayakan agar penderita TB Paru berobat sesuai standar masih menjadi kendala. Hingga kini banyak penderita TB Paru tidak patuh minum obat sesuai pengobatan. Sehingga penderita TB Paru masih banyak di Sumut," beber Agustama. Selanjutnya, terkait perilaku dan kesehatan lingkungan ada empat indikator yang diperhatikan, yakni tidak ada anggota keluarga yang merokok, keluarga menjadi peserta JKN, keluarga memiliki dan memakai air bersih serta keluarga memiliki dan memakai jamban sehat.
 
“Melalui pendekatan Germas ini, kita berupaya membangun kemandirian keluarga dan masyarakat dalam hidup sehat melalui kegiatan promotif dan preventif. Sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Dengan begitu, tercipta masyarakat yang produktif dan dapat berperan aktif dalam pembangunan nasional,” tandasnya. (BS07)

Tags
beritaTerkait
Massa FRAKSi Desak Polda Sumut Tutup Markas Judi Mesin Tembak Ikan di Lubukpakam
Dilarang Masuk Kantor Pertamina, Ketua Buruh Terpaksa Sholat di Luar Sambil Bentang Spanduk
Suara di Balik Kemudi, Inovasi yang Menjaga Nadi Energi
Podomoro City Deli Medan Gelar Bakcang Festival Eksklusif
Australia Juara Piala AFF U-19 2026, Sumut Sukses Tunjukkan Kapasitas Tuan Rumah Internasional
Momentum Perayaan Waisak 2570 BE, Rico Waas Ajak Warga Medan Rawat Harmoni dan Tebar Kedamaian
komentar
beritaTerbaru
hit tracker