Jumat, 24 April 2026

Presiden : Perlu Kerja Sama Lintas Praktisi Kesehatan Cegah Penyebaran Penyakit

Selasa, 24 Oktober 2017 15:00 WIB
Presiden : Perlu Kerja Sama Lintas Praktisi Kesehatan Cegah Penyebaran Penyakit
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, dunia saat ini memang sudah terasa datar, terasa dekat, pergerakan manusia makin cepat antar negara, antar benua, dan pertukaran informasi berlangsung lebih cepat lagi. Dalam hitungan detik sebuah informasi sudah tersebar ke seluruh dunia, tapi itu juga, menurut Presiden, artinya penyebaran wabah penyakit menjadi semakin cepat.
 
“Bahkan perkembangan kondisi global dapat mengakibatkan terjadinya penyebaran wabah penyakit lama, maupun penyakit baru, seperti emerging diseases, new emerging disease, yang setiap saat dapat menjadi ancaman kesehatan dunia dan kesehatan nasional,” kata Presiden Jokowi saat membuka Konferensi Internasional dan Table Top Exercise untuk Global Health Security Tahun 2017, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/10/2017).
 
Perkembangan global seperti perubahan iklim yang ekstrem, menurut Kepala Negara, dapat berujung pada bencana alam, dan mendatangkan penyakit.
 
Meningkatnya populasi penduduk dunia yang memberi beban lebih kepada lingkungan, dan makin terbatasnya ketersediaan sumber daya makanan serta energi dan air bersih, diyakini Kepala Negara, juga dapat memunculkan penyakit menular yang akut, yang kronik, atau kejadian luar biasa seperti pada diare, kolera, TBC, dan hepatitis.
 
Selain itu, Kepala Negara juga mengingatkan tentang flu burung, flu babi, SARS, Ebola, Anthrax, bahkan HIV AIDS, yang kini sudah dapat dicegah penyebaran globalnya berkat kerjasama seluruh pemangku kepentingan sektor kesehatan dunia.
 
Presiden Jokowi juga mengingatkan, perlunya mewaspadai perkembangan teknologi yang disalahgunakan oleh para teroris dengan bioterorisme. Sebuah bentuk terorisme dengan cara memasukkan bahan-bahan kimia atau biologis yang berbahaya ke dalam makanan, ke dalam minuman, ataupun menyebarkannya dalam ruangan tertutup, hingga terjadi kepanikan internasional serta memunculkan ancaman kesehatan nasional dan global.
 
Untuk mencegah munculnya ancaman kesehatan, menurut Presiden, diperlukan tiga bentuk kerja sama. Pertama, kerja sama lintas praktisi kesehatan dalam sebuah negara.
 
“Di Indonesia Kami menyebutnya sistem kesehatan pertahanan negara, yang komponennya meliputi kesehatan TNI, kesehatan pemerintah pusat, kesehatan pemerintah daerah, dan masyarakat,” ujar Presiden.
 
Yang kedua, lanjut Presiden, diperlukan kerja sama lintas sektor dalam sebuah negara. Ia menegaskan, sekat-sekat ego antar organisasi harus diruntuhkan demi menjaga kesehatan masyarakat.
 
“Tepatnya harus ada kerja sama yang kuat antara sektor kesehatan, sektor imigrasi, sektor pariwisata, ekspor impor, peternakan, pertanian, termasuk badan lainnya seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan,” kata Presiden menekankan.
 
Ketiga, Presiden menegaskan, diperlukan kerja sama lintas negara karena yang dihadapi adalah masalah global. “Keahlian dan kemampuan Saudara-saudara harus saling terhubung satu sama lain untuk menghadapi ancaman kesehatan global tersebut. Perkuat jaringan kita, putuskan jaringan penyakitnya,” tutur Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Tampak hadir dalam acara ini Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Kapolri Tito Karnavian, Mensesneg Pratikno, Direktur WHO, delegasi perwakilan negara sahabat, dan para peserta konferensi.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Kepala Dinas Kesehatan Tegaskan Komitmen Pelayanan Pasca-libur Lebaran
BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran
Sidak RSUD Djoelham, Wawako Binjai Pastikan Semua Pelayanan Setara
Wakil Walikota Medan Resmi Berkantor di Rumah Sakit Pirngadi
Walikota Medan Tekankan Pentingnya Pelayanan Kesehatan yang Humanis
Transplantasi Solusi Terbaik Penyakit Ginjal Kronis
komentar
beritaTerbaru
hit tracker