Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Setiap tanggal 29 Oktober diperingati sebagai Hari Stroke Sedunia. Setiap tahunnya World Stroke Organisation (WSO) membuat satu tema dalam peringatan ini, untuk tahun 2017 ini, temanya adalah “Apa alasan Anda untuk mencegah stroke?“, sebuah pertanyaan yang diharapkan mampu memberi dorongan kuat kepada masyarakat untuk mencegah stroke sejak dini.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, penyakit stroke merupakan penyebab kematian utama di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI tahun 2013 menunjukkan telah terjadi peningkatan prevalensi stroke di Indonesia dari 8,3 per mil (tahun 2007) menjadi 12,1 per mil (tahun 2013).
Stroke sendiri adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah, sehingga terjadi kematian sel-sel pada sebagian area di otak. Stroke merupakan kondisi kesehatan yang serius dan membutuhkan penanganan yang cepat.
Ketika pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak terputus, maka sel-sel otak akan mulai mati. Karena itu semakin cepat penderita ditangani, kerusakan yang terjadi pun semakin kecil bahkan kematian bisa dihindari.
Menyambut Hari Stroke Sedunia 2017, Surabaya Neuroscience Institute (SNei) bekerjasama dengan IDI cabang Banyuwangi menyelenggarakan kegiatan Simposium Pemeriksaan dan Penatalaksanaan awal Kegawatdaruratan Pembuluh Darah Otak.
Tujuan dari kegiatan Simposium ini adalah untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dokter umum dalam mengenali dan memberikan penanganan kasus stroke.
Menurut dr Zaky Bajamal Sp BS upaya pencegahan yang bisa dilakukan diantaranya adalah membiasakan diri menjalani gaya hidup sehat. Dr Zaky memberikan beberapa tips mencegah serangan stroke, di antaranya hindari dan hentikan kebiasaan merokok, karena Kebiasaan ini dapat menyebabkan atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah) dan membuat darah Anda menjadi mudah menggumpal. Kemudian periksakan tensi darah secara rutin, karena tekanan darah yang tinggi bisa membuat pembuluh darah mengalami tekanan ekstra. Walaupun tidak menunjukkan gejala hipertensi tetap dianjurkan untuk melakukan tensi darah secara teratur. Deteksi dini gejala penyakit jantung dan kolesterol tinggi
Jika kita memiliki gejala atau gangguan jantung seperti detak yang tidak teratur atau kadar kolesterol tinggi, berhati-hatilah karena hal itu akan meningkatkan risiko terjadinya stroke.
Selain itu, pantau berat badan, memiliki badan gemuk atau kelebihan berat badan akan meningkatkan risiko mengalami tekanan darah tinggi penyakit jantung dan diabetes, dan semuanya dapat memicu terjadinya stroke. Selanjutnya, berolahraga dan aktif melakukan aktivitas fisik secara teratur akan membantu menurunkan tensi darah dan menciptakan keseimbangan lemak yang sehat dalam darah.
Sementara itu dr Nur Setiawan Suroto Sp BS (K) pakar Neuroendovaskuler dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga menjelaskan upaya tindakan minimal invasif untuk mencegah stroke. Salah satunya adalah dengan sistem endovascular coiling.
Endovascular coiling, merupakan merupakan prosedur memblok aliran darah ke dalam aneurisma. Coil (kumparan kawat) berbentuk seperti pegas dibuat dari platina lunak dengan ukuran yang sangat kecil dan tipis. Dokter memasukkan kateter ke dalam arteri femoralis pada pangkal paha. Kateter tersebut dipandu kawat (wire) kecil dalam kateter sepanjang pembuluh darah hingga mencapai daerah aneurisma.(rel)
Tags
beritaTerkait
komentar