Kamis, 30 Juli 2026

Bekatul, Limbah Penggilingan Padi Potensial Turunkan Kolesterol

Kamis, 17 Agustus 2017 13:30 WIB
Bekatul, Limbah Penggilingan Padi Potensial Turunkan Kolesterol
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Bertasumut.com-Bekatul merupakan limbah penggilingan padi yang keberadaannya sangat melimpah di Indonesia. Hanya saja, selama ini pemanfaatannya belum dilakukan secara optimal. Padahal, bekatul memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh, salah satunya menurunkan kadar kolesterol.
 
Dalam penelitian yang dilakukan sejumlah mahasiswa Prodi Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM, diketahui bahwa bekatul mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Mereka melakukan inovasi pengolahan bekatul menjadi ekstrak bekatul terfermentasi yang disebut “BEAR-CHOL”.
 
“Pemanfaatan bekatul  masih terbatas hanya dijadikan pakan ternak dan tak jarang dibuang begitu saja. Padahal, bekatul kaya akan serat pangan dan berbagai mikrokomponen yang dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh,” ungkap Bira Arumndari Nurahma dilansir dari laman resmi dikti.go.id, Kamis (17/08/2017).
 
Oleh sebab itu, Bira bersama dengan ketiga rekannya, yaitu Mega Febia Suryajayanti, Anggi Laksmita Dewi dan Zunamilla Khairia meneliti lebih lanjut potensi bekatul terferementasi sebagai anti-hiperkolesterolemia. Selain itu, juga berupaya menghasilkan produk sampingan pengolahan beras bagi  kesehatan.
 
Bira menyampaikan kadar kolesterol yang tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular yang serius. Oleh karena itu, pemanfaatan bekatul diharapkan dapat berkontribusi dalam penurunan jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskular.
 
Dari pengolahan bekatul dalam “BEAR-CHOL” memiliki khasiat yang lebih maksimal karena telah melalui proses fermentasi. Ekstrak “BEAR-CHOL” kemudian diujicobakan pada tikus model hiperkolesterolemia untuk melihat profil lipid dan kadar Short Chain Fatty Acid (SCFA) sekum.“Hasilnya BEAR-CHOL mampu memperbaiki profil lipid tikus yang diinduksi hiperkolesterolemia,” jelasnya.
 
Pemberian ekstrak bekatul terfermentasi dosis 2205 mg/kgBB pada tikus mampu mencegah kenaikan kadar LDL. Selain itu, juga dapat menurunkan kadar HDL pada kondisi hiperkolesterolemia mendekati kondisi sehat.“Untuk selanjutnya kami masih melakukan analisis terhadap kadar SCFA sekum pada tikus hiperkolesterolemia yang diberi ekstrak BEAR-CHOL,” tutupnya. (BS02)

Tags
beritaTerkait
Kepala Dinas Kesehatan Tegaskan Komitmen Pelayanan Pasca-libur Lebaran
Wujudkan Tanam Padi Tiga Kali Setahun, Gubernur Sumut Minta Bantuan ke Presiden untuk Perbaikan Tanggul
BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran
Sidak RSUD Djoelham, Wawako Binjai Pastikan Semua Pelayanan Setara
Wakil Walikota Medan Resmi Berkantor di Rumah Sakit Pirngadi
Walikota Medan Tekankan Pentingnya Pelayanan Kesehatan yang Humanis
komentar
beritaTerbaru
hit tracker