Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Nila F Moeloek mengaku, bahwasanya hingga kini pihaknya masih belum menentukan sikap terkait wabah flu burung yang tengah berlangsung di negara China. Hal itu disampaikannya, ketika disinggung saat ia berada di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Sabtu (18/02/2017).
"Informasinya, saya nggak bisa ngomong soal itu. Saya belum ada data," ungkapnya.
Padahal, sebagaimana yang diketahui, China merupakan salah satu negara tujuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang cukup tinggi untuk dikunjungi, baik itu untuk kepentingan bisnis, maupun hanya sekedar untuk tujuan wisata. Sehingga hal ini akan membuat riskan, bila ada WNI yang sampai tertular.
Lebih lanjut, Menkes juga mengaku belum memberikan instruksi apapun ke daerah, khususnya Sumatera Utara (Sumut) terkait wabah flu burung yang sedang berlangsung di China tersebut. "Untuk instruksi, belum, belum," tegasnya singkat.
Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sumut NG Hikmet juga mengaku belum mendapatkan instruksi mengenai antisipasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Sejauh ini Kemenkes belum ada memberikan surat ke kita (Dinkes) terkait wabah flu burung di China," sebutnya.
Namun sebelumnya, Hikmet sudah mengimbau agar masyarakat jangan dulu berkunjung ke negeri tirai bambu itu jika memang tidak ada sesuatu hal yang penting. Bila hanya sekedar ingin berwisata, lebih baik mencari negara lain sebagai tujuan.
"Kalau hanya sekedar jalan-jalan, apalagi mendengar China sedang heboh flu burung supaya mengalihkan ketempat lain. Jika perlu, lebih baik berwisata di dalam negeri saja, karena bisa meningkatkan pendapatan negara," ungkapnya.
Namun bila diharuskan untuk berkunjung ke China, seperti halnya urusan bisnis, Hikmet menjelaskan agar sedapat mungkin stamina tubuh dapat dijaga kebugarannya. Selain itu, bila berada diluar harus senantiasa selalu menggunakan masker.
"Jika stamina fisik prima, maka virus flu burung akan sulit menginfeksi. Tapi tak lupa gunakan juga masker ketika keluar untuk mengantisipasi penularannya," jelasnya.
Sementara itu, untuk antisipasi virus flu burung sampai masuk kedalam negeri khususnya Sumut, Hikmet, mengatakan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) baik di pelabuhan Belawan ataupun bandara Kualanamu sudah tersedia thermal body scan. Alat ini berfungsi untuk memantau suhu tubuh penumpang yang masuk maupun keluar jika terdeteksi membawa virus flu burung.
Sebagaiman yang diberitakan, pada Januari 2017 lalu sebanyak 79 orang dilaporkan meninggal dunia karena virus flu burung H7N9 di China. Bahkan pemerintah setempat khawatir akan ada lebih banyak korban meninggal dan memprediksi bahwa wabah tahun ini bisa jadi yang paling buruk.
Hal itu karena jumlah korban yang meninggal pada Januari 2017 angkanya lebih tinggi hingga empat kali lipat pada bulan yang sama di tahun lainnya. Komisi Kesehatan Nasional China mencatat sejak Oktober 2016, sudah ada sekitar 100 orang yang meninggal karena flu burung di China.(BS04)
Tags
beritaTerkait
komentar