Rabu, 29 Juli 2026

Dibutuhkan di Jepang, Timur Tengah, Amerika dan Australia, Bahasa Inggris Perawat Masih Lemah

Rabu, 09 November 2016 07:30 WIB
Dibutuhkan di Jepang, Timur Tengah, Amerika dan Australia, Bahasa Inggris Perawat Masih Lemah
BERITASUMUT.COM/IST
Perawat.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Ketua Asosiasi Institusi Perawat Nasional Indonesia, M Hadi mengungkapkan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), profesi perawat dinilai harus memiliki kompetensi agar mampu bersaing. Menurutnya, pembangunan pendidikan NERS (keperawatan) harus mengacu kepada standar internasional.
 
"Sehingga dituntut agar terus berbenah dalam penyediaan tenaga pengajar (dosen), kurikulum, dan juga fasilitas," jelasnya usai seminar dan workshop bertemakan membangun pendidikan NERS kompetitif di era MEA yang dilaksanakan di Aula STIkes Imelda, Selasa (8/11/2016).
 
Hadi menjelaskan, untuk kualifikasi standarnya adalah ASEAN Qualification Frame Work (AQFW). Standar ini menjadi acuan negara-negara ASEAN untuk lulusan dari perawat.“Sebetulnya, perawat-perawat kita dibutuhkan di negara Jepang, Timur Tengah, Amerika dan Australia. Kenapa? Karena perawat-perawat kita ini terkenal ramah dan baik. Kemudian tidak banyak protes, selain suply kita juga banyak. Tetapi kemampuan berbahasa Inggris kita lemah,” ujarnya.
 
Dalam AQFW itu, sebutnya, ada empat hal kompetensi yang disorot. Antara lain, pengetahuan, keterampilan, sikap, dan standar
pengembangan profesi.“Inilah yang disepakati bersama. Kalau cocok, kemudian rumusan kompetensinya nanti akan diakui. Tapi yang paling penting, setiap negara memiliki sistem yang berbeda. Jadi, perawat bisa bekerja keluar negeri, kalau sudah qualified di negaranya begitu juga sebaliknya,” jelasnya.
 
Di Indonesia sendiri, sambungnya, masih 40% peguruan tinggi kesehatan saja yang sudah memenuhi kualifikasi itu. Sedangkan 60% lagi, sedang berusaha memenuhi kualifikasi.“Karena mungkin, di Indonesia ini susah juga dosennya, karena harus S2, nyari tempat praktik, dana pun terbatas. Jadi 40 persen itu yang baru bisa menghasilkan lulusan yang bagus. Inilah yang harus ditingkatkan,” pungkasnya. (BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Walikota Medan Ingatkan Dinas PKPCKTR Soal Perencanaan dan Perawatan Aset
PSM Tekuk Klub Vietnam 3-0, Lolos ke Semifinal ASEAN Club Championship
Syarat Indonesia Lolos ke Semifinal ASEAN Championship 2024
Klasemen ASEAN Championship 2024 usai Indonesia Ditahan Laos
Pemko Medan Ambil Alih Perbaikan Tiga Jalan Provinsi Sumut
Kepsek SMP Negeri 15 Medan Dicopot Atas Tudingan Pungli Oleh Komite Sekolah
komentar
beritaTerbaru
hit tracker