Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Untung Suseno menegaskan pihaknya tetap akan melangsungkan program studi Dokter Layanan Primer (DLP), meski Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terus menolak program tersebut."Kita sudah jelas jalan terus. Kenapa emangnya? Kita kan jalan sesuai undang undang," ujar dr Untung.
Untung menjelaskan, program studi DLP ini dilakukan ialah untuk kepentingan rakyat. Selain juga dapat membuka kesempatan bagi dokter umum agar bisa berkembang.Selama ini layanan primer hanya terbatas pada dokter layanan umum saja. Sehingga dengan adanya program ini, kedepan layanannya dapat menjadi lebih diperluas."Kemampuannya kita tingkatkan supaya layanan primer ini menangani lebih banyak kasus. Nah untuk itu, kan harus ada pendidikan tambahan," sebutnya.
Dengan adanya program tersebut, sambung Untung, dokter umum bisa menjadi setara dengan dokter spesialis."Di dunia kedoktran banyak yang kayak gitu. Misalnya di farmasi, dia jadi dokter spesialis farmako, dan di parasit juga, nggak ada dokter spesialisnya, tapi dokter umum yang menjadi spesialis parasit. Makanya saya heran itu boleh, kenapa yang lain (DLP-red) nggak boleh," jelasnya.
Kemenkes memastikan DLP ini programnya akan terus berjalan. Jika dihentikan maka akan menghambat para dokter untuk bisa berkembang."Kita jalan terus dong, kan ini demi rakyat. Malah kalau begini, justru dokter yang tidak diperhatikan sama IDI. Masa dokter nggak boleh berkembang? Dia mau tambah pintar masa nggak boleh? Yang larang IDI berarti kan? Masa harus dilarang," pungkasnya.(BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar