Selasa, 28 April 2026

Atasi Tuberculosis, Pemerintah Bakal Laksanakan RAD di Seluruh Indonesia

Senin, 24 Oktober 2016 06:35 WIB
Atasi Tuberculosis, Pemerintah Bakal Laksanakan RAD di Seluruh Indonesia
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Penyakit Tuberculosis.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pemerintah Pusat melalui program strategi nasional bakal melaksanakan Rencana Aksi Daerah (RAD) di seluruh Indonesia. Program ini dilakukan untuk mengatasi penyakit Tuberculosis (TB) di Indonesia.
 
"Penyakit TB merupakan penyakit menular yang berdampak luas terhadap individu pasien, keluarga dan masyarakat. Untuk itu diperlukan komitmen pemerintah yang kuat untuk mengatasi penularan dan penyebaran penyakitnya, sehingga perlu disusun RAD sebagai bentuk nyata Pemda dalam penanggulanganya," ujar Kepala seksi Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit, Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) Sukarni, akhir pekan ini.
 
Sukarni menyebutkan, ada 6 strategi yang akan dilaksanakan dalam RAD tersebut, yakni penguatan komitmen, pemberdayaan masyarakat, wadah/organisasi, pencatatan kasus, laporan pemantauan dan informasi secara berkesinambungan. Pelaksanaan RAD itu dilakukan dengan dibentuknya tim di tiap daerah yang berkordinasi dengan tim program TB provinsi dan nasional.”Dengan RAD itu diharapkan adanya penguatan komitmen Pemda dan Puskesmas, kecamatan dan Kepling serta adiministrasi teknis lainnya,” sebut Sukarni.
 
Sukarni menambahkan, dengan adanya RAD tersebut, penemuan kasus penyakit TB dapat ditingkatkan. Selain juga sosialisasi mengenai TB ke masyarakat dapat lebih maksimal.
 
Di Sumut sendiri, sambung Sukarni, perkiraan kasus TB pada tahun 2015 sebanyak 68.828. Namun yang ditemukan atau yang tercatat hanya 22.961 orang. "Jadi masih banyak kasus TB yang belum terlaporkan atau belum ditemukan," sebutnya.
 
Begitupun lanjut Sukarni, dengan kasus TB MDR atau TB yang sudah resisten dan membutuhkan pengobatan selama 2 tahun. Sejak tahun 2012 sampai Agustus 2016 jumlahnya yang diketahui hanya sebanyak 529 orang.“Kendala dalam pelaksanaannya adalah, belum berjalannya dengan baik dan berkesinambungan pelaksanaan program dan komitmen semua pihak, baik ditingkat kabupaten/kota, kecamatan sampai desa kelurahan,” ucapnya.
 
Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, terang Sukarni, 2 kabupaten akan difasiltasi oleh KNCV dari Belanda yaitu Deli Serdang dan Kota Medan karena sudah dinilai berperan baik dalam penanggulangan TB."Diharapkan strategi nasional ini dapat selesai akhir Maret 2017 nanti. Selain itu, RAD penanggulangan TB dapat diperkuat dengan Perwal/Perbup ataupun Perda di semua kabupaten/kota," jelasnya.
 
Sebelumnya, Direktur Tehnical KNCV Challenge TB Indonesia, dr Jhon Sugiharto mengatakan, KNCV merupakan LSM dari Belanda yang sudah ada di Indonesia sejak 2002 silam. KNCV dalam program RAD akan memberikan bantuan di dalam pelayanan.“2015 sampai 2019 diharapkan adanya sarana untuk penanggulangan TB di setiap daerah,” ujarnya.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Transplantasi Solusi Terbaik Penyakit Ginjal Kronis
Tindak Lanjut Dumas, Unit Reskrim Polsek Medan Tuntungan Amankan 1 Unit Mesin Judi Tembak Ikan
Terdeteksi 36 Kasus Kusta di Kota Medan, Dinkes Upayakan Kejar Eliminasi Tahun 2030
Target Dinas Kesehatan, Sumut UHC 100% Paling Lama 2026
Dinkes Medan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini terhadap Penyakit Tidak Menular
Meski Belum Ada Temuan di Medan, Dinkes Medan Imbau Masyarakat Waspada Monkeypox
komentar
beritaTerbaru
hit tracker