Minggu, 26 April 2026

Dinkes Catat 1.246 Kasus Gigitan Hewan di Sumut, 5 Tewas Akibat Rabies

Kamis, 15 September 2016 19:16 WIB
Dinkes Catat 1.246 Kasus Gigitan Hewan di Sumut, 5 Tewas Akibat Rabies
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Vaksin
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengakui bahwasanya sepanjang tahun 2016 ini, kasus gigitan hewan di Sumut masih sangat tinggi. Tercatat, sejak Januari hingga Mei lalu, sedikitnya 1.246 kasus gigitan hewan yang terjadi di Sumut dan 5 orang diantaranya meninggal dunia karena rabies.
 
"Ada 5 yang meninggal karena rabies. Yakni di Sibolga satu kasus, Nias Selatan satu kasus, Humbang Hasundutan dua kasus, dan terakhir di Siantar satu kasus," ungkap Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sumut, NG Hikmet melalui Koordinator Program Tular Vektor dan Zoonosis Teguh Supriadi, Kamis (15/09/2016).
 
Teguh menjelaskan, hingga Mei kemarin, pihaknya mencatat, Kasus gigitan paling tinggi, berada di Samosir sebanyak 184 kasus, Deli Serdang 121 kasus, Tapanuli Utara 120 kasus, dan Humbang Hasundutan sebanyak 108 kasus.
 
"Bahkan untuk di Kota Medan kasus gigitan hewan yang terjadi juga tinggi. Ada sebanyak 94 kasus, meskipun tidak ada yang meninggal dunia," jelasnya.
 
Lebih lanjut, Teguh menyatakan, berdasarkan perbandingan dalam dua tahun terakhir, jumlah kasus rabies di Sumut memang kecendrungannya mengalami peningkatan. Pada 2014 lalu, kasus rabies yang terjadi mencapai sebanyak 10 kasus, dan ditahun 2015 meningkat menjadi 14 kasus.
 
 
"Mudah-mudahan di tahun ini kasusnya tidak terjadi peningkatan. Karena umumnya, masyarakat yang terkena gigitan hewan memang diberi vaksin oleh pemerintah. Dari sejumlah kasus yang terjadi, yang terdata hanya 78%. Tapi bukan berarti, sisanya yang lain tidak diberikan vaksin, hanya saja tidak dilaporkan. Saya yakin ada 90% kasus gigitan yang divaksin. Sebab, angka kasus rabiesnya kan tidak tinggi," tegas Teguh.
 
Untuk itu, Teguh menambahkan, sejumlah daerah yang mengalami kelebihan vaksin akan dishare kedaerah yang kekurangan vaksin. Seperti di Nias Barat kepada Nias Selatan berjumlah 200 vial (suntikan).
 
"Tetapi memang kita akui beberapa kabupaten mengalami kekurangan, karena dropingnya bertahap. Kita sudah minta ke Kemenkes untuk mendropingnya langsung ke daerah, karena mereka tidak punya dana untuk menjemputnya ke Provinsi, apalagi daerah sekarang sudah punya penyimpanannya," pungkasnya.
 
Seperti yang diketahui, dalam tempo tiga tahun terakhir kasus gigitan hewan di Sumut memang tergolong tinggi. Pada tahun 2013 kasus gigitan yang terjadi sebanyak 3.477 kasus, 2014 sebanyak 2.225 kasus, dan 2015 terdapat sebanyak 4.162 kasus. (BS03)

Tags
beritaTerkait
Target Dinas Kesehatan, Sumut UHC 100% Paling Lama 2026
Dinkes Sumut : Enam Kasus Kematian Akibat Rabies
Gubernur Sidak Kehadiran ASN Dinas Kesehatan
Seorang Anak di Simalingkar Meninggal Usai Digigit Anjing
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pemkab Pakpak Bharat Lakukan Vaksinasi Rabies
November Nanti, Dinkes Medan Akan Bagikan Obat Cacing ke 300.000 Siswa SD
komentar
beritaTerbaru
hit tracker