Minggu, 09 Agustus 2026

PWPM Sumut Gelar Festival Dendang Pantun Melayu, Gubernur Edy Rahmayadi Ajak Generasi Muda Hidupkan Kebudayaan Lokal

Senin, 21 Desember 2020 21:00 WIB
PWPM Sumut Gelar Festival Dendang Pantun Melayu, Gubernur Edy Rahmayadi Ajak Generasi Muda Hidupkan Kebudayaan Lokal
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Sumatera Utara (Sumut) merupakan provinsi yang kaya dengan keberagaman seni dan budaya. Jika tidak dirawat dan dilestarikan, ada kekhawatiran kesenian dan budaya lokal yang ada akan terkikis, semakin dilupakan dan perlahan menghilang.

“Untuk itu, saya sangat mengapresiasi Festival Dendang Pantun Melayu hari ini. Generasi muda harus menghidupkan kebudayaan-kebudayaan lokal yang ada,” ujar Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menghadiri Seminar dan Festival Dendang Pantun Melayu yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumut, di Ballroom Hotel Grand Kanaya, Jalan Darussalam Medan, Minggu (20/12/2020).

Edy mengenang masa kecilnya yang dekat dengan pantun. Katanya, pantun biasanya digunakan sebagai penyampai cerita, pesan dan nasihat. Dia menyayangkan tradisi pantun yang penuh makna ini sudah mulai bergeser dan sudah dilupakan. “Dalam masyarakat Melayu, pantun itu adalah salah satu bagian dari jati diri. Digunakan dalam berbagai kegiatan kebudayaan seperti merisik, meminang, adat perkawinan dan upacara-upacara lainnya. Mudah-mudahan dengan adanya acara hari ini, pantun kembali hidup di kalangan anak muda,” harapnya.

Baca Juga:

Wakil Ketua PWPM Sumut Mario Kasduri juga menyampaikan apresiasi yang sama atas terselenggaranya Seminar dan Festival Dendang Pantun Melayu. Menurut Mario, kegiatan hari ini patut dibanggakan lantaran diinisiasi sendiri oleh kaum muda yakni PWPM Sumut.

“Seni dan budaya dalam Muhammadiyah, sudah tertuang dalam 11 butir pedoman hidup islami warga Muhammadiyah. Salah satunya adalah kehidupan seni dan budaya. Pada musyawarah nasional majelis tarjih Muhammadiyah ke-22 Tahun 1995 menegaskan bahwasanya karya seni hukumnya mubah atau dibolehkan selama tidak menimbulkan kerusakan, bahaya, kedurhakaan dan terjauhkan dari Allah,” jelas Mario.

Baca Juga:

Untuk itu, lanjut Mario, diharapkan selain untuk melestarikan kebudayaan lokal, setiap warga Muhammadiyah juga menjadikan seni dan budaya sebagai sarana yang mampu lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebelumnya, Ketua PWPM Sumut Amrizal mengatakan kegiatan Seminar dan Festival Dendang Pantun Melayu merupakan bentuk kepedulian PWPM terhadap kondisi terkikisnya kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya Sumut. “Banyak kebudayaan terkikis dan semakin lama hilang. Selain itu, ada pula kecenderungan kalangan muda lebih mencintai budaya asing. Budaya lokal salah satunya pantun melayu semakin tidak diminati. Hari ini menjadi momentum untuk mengajak dan membangkitkan kembali kecintaan terhadap seni budaya lokal,” tuturnya.

Festival Dendang Pantun Melayu diisi dengan lomba berbalas pantun dan pameran khas melayu seperti kuliner Melayu, pakaian khas Melayu dan lainnya. Selain itu dirangkai pula dengan seminar yang diisi oleh Abdullah Hilmi sebagai pembicara. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut Ria Telaumbanua dan Kepala UPT Taman Budaya Sumut Rachmat Hadi Saputra Harahap. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Sejarah, Pemanasan Piala Dunia U-17 Digelar di Sumut, Bobby Nasution: Pembuktian Sumut Bisa Gelar Laga Internasional
Forkopimda Sumut Kompak hadiri Paripurna Mendengarkan Pidato Sambutan Gubernur
Hari Pertama Ngantor, Gubernur Sumut Bobby Nasution Tekankan Tugas Pemerintah Melayani Masyarakat
Ikuti Retreat Pembekalan Kepala Daerah, Gubernur Sumut Bobby Nasution Pastikan Siap Terima Gemblengan
Bobby Nasution Pastikan Akan Selaraskan Program dengan Pemerintah Pusat
Bobby Nasution Siap Ikuti Retret: Siap Digembleng dan Dapat Materi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker