Senin, 27 April 2026

Mendag: Perundingan Perjanjian IEU-CEPA Sudah 90 Persen

Kamis, 27 Juni 2024 16:00 WIB
Mendag: Perundingan Perjanjian IEU-CEPA Sudah 90 Persen
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Pemerintah upayakan penyelesaian perjanjian dagang IEU-CEPA, IEU-Eurasia, dan Indonesia-Bangladesh. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan kemajuan signifikan dari perundingan tersebut.

“Pertama tadi kita rapat mengenai IEU-CEPA dan IEU-Eurasia dan perjanjian dagang dengan Bangladesh, ya,” kata Menteri Perdagangan kepada media usai menghadiri Rapat Internal Percepatan Penyelesaian Perundingan IEU-CEPA, di Istana Keresidenan Jakarta, Selasa (25/06/2024).

Mendag menyampaikan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sudah mencapai tahap 90 persen.

“Sudah hampir 90 persen, oleh karena itu diharapkan bulan depan akan ada pertemuan yang ke-19 di Indonesia, maka pertemuan yang ke-19 besok rampung, sehingga perundingan perjanjian IEU-CEPA yang delapan tahun itu bisa selesai, bisa kita tanda tangani, sehingga nanti waktu kunjungan Bapak Presiden ada sesuatu hasil nyata yang bisa ditandatangani bersama-sama,” paparnya.

Begitu juga dengan upaya Indonesia dalam mengembangkan hubungan ekonomi dengan negara-negara di wilayah Eurasia atau IEU-Eurasia, Mendag menyebutkan juga akan segera selesai. “Juga hanya beberapa item lagi, mudah-mudahan itu bisa diselesaikan,” imbuhnya.

Terkait kerja sama perdagangan Indonesia-Bangladesh, Mendag mengungkapkan Indonesia mengalami surplus perdagangan hingga hampir USD2 miliar, terutama dalam hal batu bara dan CPO.

Mendag juga menyinggung kondisi dalam negeri mengenai keluhan dari industri tekstil yang menurun. Mendag mengaku telah mendengarkan keluhan dari para pelaku industri tekstil, di mana beberapa perusahaan menghadapi tantangan serius seperti penutupan pabrik dan ancaman PHK massal.

“Sekarang rapat tadi Pak Menteri Perindustrian karena ada masalah seperti ini usul untuk dikembalikan lagi ke Permendag 8 lagi,” lanjutnya.

[br] Selain itu, imbuhnya, untuk melindungi industri dalam negeri disepakati menggunakan instrumen pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMPT) dan antidumping untuk TPT dan pakaian jadi, elektronik, alas kaki, keramik, dan tas.

“Nanti saya sore ini akan rapat merumuskan kira-kira dengan Ibu Menteri Keuangan. Mudah-mudahan besok kalau itu selesai surat, berarti lusa tiga hari kemudian pengenaan bea masuk BMPT dan yang antidumping itu bisa selesai,” pungkasnya.(ril)

Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
Buka Trade Expo Indonesia ke-37, Presiden Harapkan Surplus Neraca Perdagangan Meningkat
Tren Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Terus Berlanjut
RCEP Diteken, Mendag: Ekspor Indonesia Berpotensi Meningkat 7,2 Persen
Menteri Perdagangan: Kinerja Perdagangan Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Pandemi
Amerika Serikat Resmi Perpanjang Fasilitas GSP untuk Indonesia
Mendag: Harga Komoditas Global Relatif Baik, Neraca Perdagangan Agustus Surplus USD 2,3 Miliar
komentar
beritaTerbaru
hit tracker