Selasa, 12 Mei 2026

Mensos Juliari P Batubara Tinjau Langsung Pencairan Bansos di Kabupaten Simalungun

Jumat, 13 November 2020 21:00 WIB
Mensos Juliari P Batubara Tinjau Langsung Pencairan Bansos di Kabupaten Simalungun
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Untuk memastikan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) terlaksana dengan baik di provinsi Sumatera Utara (Sumut), Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara meninjau langsung pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Simalungun. Tercatat sebanyak 41.592 keluarga di daerah ini sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BST senilai Rp152 juta dari Kementerian Sosial (Kemensos).

“Saya ke sini untuk memastikan bahwa negara hadir di tengah pandemi Covid-19. Ini juga merupakan upaya tindak cepat dari pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapat bantuan di kondisi sulit seperti saat ini,” kata Mensos Juliari saat meninjau pencairan BST, di Balai Pertemuan Kelurahan Perdagangan Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun, Kamis (12/11/2020).

Provinsi Sumut mendapat Bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia berupa Program Sembako sebanyak 768.882 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total nilai Rp1.657.086.100.000, Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan jumlah penerima 558.759 KPM senilai Rp2.244.623.900.000, Bantuan Sosial Tunai (Non PKH) sebanyak 16.385 KPM dengan nilai Rp8.192.500.000.

Baca Juga:

Untuk penyaluran gelombang pertama, BST sebesar Rp600 ribu/bulan/KPM selama tiga tahap, yakni April, Mei dan Juni. Lalu, gelombang II sebesar Rp300 ribu/bulan/KPM selama enam tahap, yakni Juli hingga Desember 2020. “Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada semua pembantunya termasuk kami para menteri untuk memastikan masyarakat tidak ada yang kelaparan,” ujar Mensos.

Tidak hanya itu, sambungnya, Pemerintah Pusat juga memberikan bantuan untuk 20 lembaga, yang terdiri pesantren dan gereja dengan total nilai Rp1 miliar. “Tugas kami itu ya memberikan bantuan. Kehidupan berbangsa dan bernegara itu yang paling penting adalah kerukunan beragama. Apalagi Tuan Guru Batak bilang pesantrennya diapit dua gereja. Ajaran agama apa pun pasti mengajarkan kerukunan, saling menghargai. Bantuan seperti ini hanya membuat motivasi untuk kerukunan kehidupan beragama. Semoga bisa bermanfaat banyak,” harapnya.

Baca Juga:

Terakhir, Juliari mengingatkan bahwa Bansos bersifat sementara. Ia berharap agar masyarakat dan kepala daerah mampu menciptakan aktivitas dan program yang bersifat pemberdayaan ekonomi masyarakat Sumut.

Mendampingi Mensos dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Sumut Rajali yang mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyampaikan, Pemprov Sumut mengapresiasi atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Pusat melalui Kemensos. "Apalagi kehadiran Mensos ke daerah ini terkait pemberian bantuan yang memang sangat dibutuhkan masyarakat. Jadi ini yang sangat kita harapkan, agar bantuan bisa cepat tersalurkan ke masyarakat. Semoga bantuan ini dapat memberikan banyak manfaat di kondisi seperti ini,” ujar Rajali.

Bupati Simalungun JR Saragih juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk warganya. “Terima kasih, karena telah mengindahkan permohonan saya. Pak Menteri menyambut baik apa yang saya sampaikan empat hari yang lalu, akhirnya saya yang kalang kabut karena langsung Pak Menteri yang turun ke Simalungun,” ujarnya. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Serahkan LKPD Tahun 2024 ke BPK, Gubernur Sumut Targetkan Raih WTP ke-11
Gubernur Sumut Luncurkan Mudik Gratis Lebaran Bagi Mahasiswa di Luar Sumatera
Serahkan Bantuan ke UPTD PS Anak dan Balita Medan, Kepala Dinas Sosial Sumut Apresiasi IWABA Medan
Berbagi Kasih dengan Masyarakat, Polsek Medan Baru Luncurkan Kereta Senyum
Gubernur Sumut Sampaikan Lima Plus Satu Program Prioritas Pembangunan
Lantik 12 Pejabat Tinggi Pratama, Wagub Sumut Minta Tunjukkan Kinerja yang Lebih Maksimal
komentar
beritaTerbaru
hit tracker