Selasa, 28 April 2026

Walikota Medan Kaji Penghapusan Angkot dan Taksi

Rabu, 21 Maret 2018 15:23 WIB
Walikota Medan Kaji Penghapusan Angkot dan Taksi
beritasumut.com/BS07
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Walikota Medan, Dzulmi Eldin nampaknya tertarik dengan usulan dari ITDP tentang penghapusan taksi dan angkot guna memaksimalkan peran BRT (Bus Rapid Trans).
 
Dikatakannya, saat ini Pemko Medan tengah berupaya membangun moda transportasi massal seperti LRT dan BRT, guna mengurangi kemacetan.
 
"Kita mengucapkan terima kasih dan menyambut positif tawaran ini, tentunya bisa membantu kita dalam penerapan sistem BRT nantinya. Semoga kita dapat mengadopsi kiat kesuksesan Kota Johannesburg  menerapkan sistem BRT. Apalagi tipikal maupun watak masyarakat di sana sama dengan warga Kota Medan,” kata Eldin saat menerima kunjungan ITDP di Balaikota, Rabu (21/03/2018).
 
Mantan Wakil Walikota dan Sekda Kota Medan itu selanjutnya mengistruksikan kepada Kadishub dan Kepala Bappeda untuk mempelajari serta menindaklanjuti tawaran dari ITDP Indonesia tersebut.  
 
Sebab, ia menilai lembaga non profit yang bergerak di bidang transportasi berkelanjutan dan berpusat di Kota New York, Amerika Serikat  sudah berpengalaman dalam menciptakan public transport system public yang memberikan banyak manfaat. 
 
Dalam pertemuan tersebut, Intitute For Transportation & Development Policy (ITDP) menyarankan agar Pemko Medan menghapus taksi dan angkutan kota (Angkot).
 
"Bagaimana taksi dan angkot dikonversi menjadi BRT seperti yang sudah dilakukan di Johannesburg, Afrika Selatan," ucap Yoga Adiwinarto selaku Country Director ITDP Indonesia.
 
Dikatakan Yoga, kesuksesan Kota Johannesburg menerapkan BRT  sangat tepat untuk Kota Medan. Selain kondisi geofrafisnya sama, kultur dan watak masyarakat di Kota Johannesburg juga sama yakni keras. 
 
“Di sana angkota dan taksi dulunya berjumlah 585 unit, tapi  setelah dilakukan pendekatan  kini telah berkurang dan hanya menjadi 134 bus untuk melayani warga Kota Johannesburg,” kata Yoga.
 
Rehana Mossajee, mantan anggota Mayoral Committe For Transportation di Johannesburg menambahkan program tersebut  mendapat tentangan dan protes keras dari para stakeholder angkutan kota di Kota Johanberg yang didominasi warga kulit hitam. Namun, pada akhirnya bisa diterapkan.(BS07)

Tags
beritaTerkait
 Transportasi Massal, Pemko Medan Luncurkan 60 Bus Listrik
Tinjau Mastran BRT di Terminal Amplas, Menhub Optimis Medan Jadi Percontohan Infrastruktur Transportasi Darat
Proyek Mastran BRT Mebidang Resmi Diluncurkan, Medan Segera Miliki Bus Rapid Transit
Program BRT Mebidang, 15 Koridor dan 468 Bus Beroperasi di Medan
Kehadiran BRT Mebidang Dorong Masyarakat Gunakan Kendaraan Umum
Pemko Medan Akan Bangun Infrastruktur Publik di Lahan Seluas 26,5 Hektare
komentar
beritaTerbaru
hit tracker