Selasa, 16 Juni 2026

Gubernur Sumut Dorong Batubara Tingkatkan Produksi Beras, Cabai dan Bawang Merah

Selasa, 07 Februari 2017 12:09 WIB
Gubernur Sumut Dorong Batubara Tingkatkan Produksi Beras, Cabai dan Bawang Merah
beritasmut.com/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Meskipun Kabupaten Batubara hanya memiliki luas seperlima dari Kabupaten Induk Asahan, namun Pemda yang dipimpin Ok Arya Zulkarnaen memiliki lahan sawah lebih luas. Gubernur Sumut (Gubsu) pun mengaku bangga dan berharap Kabupaten Batubara dapat berkontribusi lebih besar lagi untuk Sumut sebagai centra produksi beras.
 
“Kabupaten Batubara sendiri berkontribusi sebesar 4,67 persen untuk distribusi padi untuk Sumut. Tapi kita bangga meskipun luas Kabupaten Batubara seperlima dari luas Kabupaten induk yakni Kabupaten Asahan namun Batubara memiliki lahan sawah lebih besar yakni 19 ribu hektar. Sedangkan Asahan hanya memiliki 17 ribu hektar,” ujar Gubsu HT Erry Nuradi, saat menghadiri gerakan Tanam padi serentak di Kabupaten Batubara, Senin (06/02/2017).
 
Dikatakan Gubsu, Batubara saat ini memiliki sawah beririgasi sebanyak 15 ribu dan sisanya non irigasi. Sedangkan pada Periode Oktober 2016 sampai maret 2017, Pemprovsu manargetkan luas tambah tanam padi di kabupaten Batubara seluas 19.160 hektar dan telah terealisasi sebesar 7981 hektar atau 41,56 persen. Untuk mendukung keberhasilan upaya khusus (Upsus) dalam peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai di Sumut maka gerakan percepatan tanam perlu segera dilaksanakan.
 
Dalam rangka mendukung percepatan tanaman pangan dan hortikultura di kabupaten Batubara lanjut Gubsu, Pemprovsu mengalokasikan bantuan benih padi hibrida sebanyak 25 ton untuk petanaman 11 ribu hektar, Desa mandiri benih seluas 30 hektar, subsidi benih seluas 11 ribu hektar atau 275 ton, peningkatan produksi jagung 15 ribu hektar atau 75 ton, alat tanam jagung atau caplak 555 unit, sarana pengolahan pupuk organi 8 unit,dan corn sheller 10 unit. Dengan bantuan ini diharapakan batubara dan daerah lainnya dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian luas tambah tanam di provsu.
 
Dikatakan Gubsu, Pemprovsu juga berperan khusus penanaman bawang merah dan cabai merah di Batubara pada tahun 2017 ini dengan mengalokasikan kegiatan pengembangan kawasan bawang merah 10 hektar dan cabai 55 hektar. Diharapkan bantuan ini dapat menjaga stabilisasi harga dua kebutuhan masyarakat tersebut. Apalagi pada tahun 2016 lalu Sumut sempat dipusingkan dengan tingginya angka inflasi yang hampir mencapai enam persen. Empat persen diantaranya disumbangkan oleh tingginya harga cabai.
 
“Kami sangat berterimakasih kepada Bupati Kabupaten Batubara yang bisa memberikan dorongan kepada petani untuk bisa menanam cabai. Mudah-mudahan kedepan cabai tidak menyumbagkan inflasi lagi untuk Sumut,” harapnya.
 
Dalam kesempatan itu Gubsu juga mengajak agar keyakinan upaya pemerintah untuk memberhasilkan swasembada pangan dapat terwujud jika dilakukan dengan kerja tim. Oleh karenanya Gusbu menyempatkan mengucapkan terimakasih kepada TNI dan jajarannya yang bisa bekerjasama dengan Pemda sehingga menjaga dan menukseskan Sumut menjadi salah satu lumbung pangan di Indonesia.
 
Sementara itu Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen mengapresiasi gerakan tanam padi serentak di Kabupaten Batubara. Meskipun saat ini produksi padi di Batubara sudah mencukupi untuk masyarakat Batubara sendiri namun diharapkan kedepan dengan adanya gerakan tanam padi serentak semakin meningkatkan perekonomian masyarakat.
 
Selain padi lanjut Ok Arya, Batubara juga sedangkan mengembangkan cabai dan bawang merah. Saat ini katanya, Batubara melakukan pengembangan sebesar 960 hektar yang tersebar di tiga kecamatan. Untuk cabai ini pemasarannya mencapai Riau, Jambi dan Sumbar. Sedangkan Bawang merah pada tahun 2016 telah dilakukan pengembangan dilahan 40 hektar dari yang pada tahun 2013 hanya dua hektar.
 
“Untuk tahun ini fokus pembibitan untuk lahan100 hektar. Selain itu juga kita juga mengembangkan semangka di lahan 150 hektar. Produksinya  10 ribu ton perhektar. Petanaman semangka dan bawang dimanfatkan masa sela tanaman padi. Disamping pertanian kami juga menjadi centra produksi ternak sapi dengan jumlah 38 ribu ekor terbesar keempat di Sumut,” ujarnya.(BS03)

Tags
beritaTerkait
Operasi Pasar Murah Digelar, Harga Daging Rp 75.000/Kg
Sidak Pasar Tradisional, Polda Sumut Minta Laporkan Jika Ada Penimbunan
Wakil Walikota Binjai Sidak Pasar, Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan
Zulhas Isi Materi di Retret, Minta Kepala Daerah Jaga Harga Bahan Pokok
Prabowo Bakal Operasi Pasar Besar-besaran, Jaga Harga Bahan Pokok Saat Puasa
Jelang Ramadan, Presiden Prabowo Pastikan Stok Pangan Nasional Aman
komentar
beritaTerbaru
hit tracker