Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut..com-Terhitung sejak 2001 hingga 31 Oktober 2016 total tunggakan pembayaran Beras Miskin (Raskin) oleh 33 Kabupaten Kota di Sumut mencapai Rp17.521.554.900. Terkait hal ini Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menyurati sekaligus mengingatkan agar Kabupaten Kota segera menyelesaikan tunggakan Raskin tersebut.
"Itu total tunggakan yang harus dibayarkan 33 Kabupaten Kota kepada Bulog. Harapan kami agar bisa diselesaikan. Tunggakan ini cukup besar karena itu akumulasi operasi pasar khusus sejak 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2009, Raskin 2010, 2011, 2013, 2014, 2015, dan 2016 ini. Melalui Bupati dan Walikota kita harapkan dua bulan kedepan tunggakan-tunggakan raskin bisa terealisasi," ujar Asisten Ekonomi Pembangunan Setdaprovsu Binsar Situmorang kepada wartawan, Selasa (15/11/2016).
Dikatakan Binsar, sebagai Tim koordinasi pelaksanaan program beras bagi mayarakat berpendapatan rendah (Raskin) atau rastra, Pemprovsu mengharapkan pengendalian raskin atau rastra bisa tepat waktu, tepat sasaran, tepat kualitas dan tetap jumlah dan juga tepat administrasinya.
"Inilah harapan kita supaya pihak Bulog bisa juga bisa berkoordinasi dengan kantor-kantor regional mereka dengan Kepala Daerah Kabupaten Kota dan tingkat provinsi sebagai aparat yang melaksanaknnya," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Binsar juga memaparkan kalau sampai 31 Oktober 2016 ini pendistribusian raskin sudah mencapai 81,17 persen dari alokasi beras miskin (Raskin) tahun 2016 pagunya 134.319.600 Kg untuk 33 Kabupaten Kota. Hal ini sesuai dengan SK Gubernur tanggal 19 Januari 2016, No:188.44/27/KPTS/2016.
"Pagunya 134.319.600 Kg ini tersebar di 33 kabupaten kota. Ada lebih kurang 440 Kecamatan, jumlah Rumah Tangga sasaran sebanyak 746.220. Yang terealisasi 81,17 persen atau 109.210.305 dari yang direncanakan satu tahun ini," paparnya.
Dikatakan Binsar, secara umum penyaluran raskin oleh Kabupaten Kota se-Sumut tahun ini terbilang cukup baik namun masih belum merata. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya 15 kabupaten kota yang realisasinya dibawah 50 persen diantaranya Siantar, Simalungun, Tapanuli dan beberapa Kabuapten Kota di Nias.
"Selanjutnya 10 Kabupaten Kota melampaui target dan delapan diantaranya memenuhi target. Melihat kondisi tersebut, Pemprovsu berharap kabupaten kota lebih memacu agar target bisa tercapai dan rumah tangga sasaran menerimanya tepat waktu," tegasnya. (BS03)
Tags
beritaTerkait
komentar